Anggota Komisi IV DPR RI Ravindra Dukung Langkah Pemerintah di UN-ECOSOC demi Sejahterakan Petani

by -

Metropolitan – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI angkat bicara terkait persoalan krisis pangan, energi dan keuangan yang tengah dibahas di United Nations Economic And Social Council (UN-ECOSOC) High Level Political Forum (HLPF), Senin (11/07). Ravindra

Airlangga politisi muda tanah air ini mendukung program pemerintah yang tengah berupaya memulihkan kondisi perekeonomian dengan fokus utama memastikan ketersediaan, aksesibilitas dan keterjangkauan komoditas pertanian di pasar global.
Menurutnya, saat ini banyak industri global bergantung ke CPO (Crude Palm Oil) seperti industri makanan, kimia, kosmetik dan farmasi. Oleh karena itu tantangan utamanya adalah menyiasati agar para petani lokal mendapatkan imbas yang positif dan juga secara bersamaan tetap menjaga ketersediaan kebutuhan pangan lokal.

Baca Juga  Duh, Nikita Sindir Ayu Ting Ting, “Saya Janda Bermartabat, Bukan Janda Suka Diembat”

Dalam upaya untuk memenuhi target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, banyak muncul tantangan seperti, terganggunya pasokan dan perdagangan komoditas pertanian.

“Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar dunia dalam memproduksi minyak nabati, salah satunya minyak sawit dan kelapa. Ini adalah salah satu kekuatan kita sebagai bangsa dalam memainkan peran dalam perdagangan dunia,” kata Ravindra, (12/07).

Ia pun sangat mendukung langkah pemerintah dalam berkomitmen untuk mempercepat transisi energi bersih melalui kebijakan biodiesel untuk mencapai net zero emissions. Diperkirakan penggunaan B30 berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 24,6 juta ton CO2.

“Sebagai bangsa agraria dengan konsep pertanian yang matang, petani kita harus tetap sejahtera dengan perubahan harga minyak nabati tegasnya.

Baca Juga  7 Caleg Dapil II Siap Menangkan Ravindra

Ravindra pun mendukung langkah pemerintah dalam mendorong dan menyinergikan kerja sama untuk memastikan minyak nabati berkelanjutan di berbagai organisasi internasional seperti Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) dan International Coconut Community (ICC).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, di tengah krisis ini, pemerintah fokus utama memastikan ketersediaan, aksesibilitas dan keterjangkauan komoditas pertanian di pasar global, termasuk minyak nabati.
Hal itu diungkapkan dalam sambutannya secara virtual pada acara Webinar United Nations Economic And Social Council (UN-ECOSOC) High Level Political Forum (HLPF), Senin (11/07).

Kegiatan yang mengambil tema “Catalysing Actions For Sustainable Vegetable Oils In Support Of The Attainment Of Sustainable Development Goals (SDGs)” tersebut, diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.

Baca Juga  Penyuluh Pertanian Curhat soal Nasib, Anggota Komisi IV Ravindra Siap Berjuang Bersama

Dalam upaya untuk memenuhi target SDGs 2030, muncul beberapa tantangan-tantangan besar seperti inflasi yang tinggi, lonjakan suku bunga, lonjakan harga pangan dan energi, serta terganggunya pasokan dan perdagangan komoditas pertanian. (eka/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *