Banjir Surut, Warga Tangerang Sibuk Bebersih

by -

METROPOLITAN – Setelah seharian dikepung banjir, 19 titik banjir di Kota Tangerang akhirnya surut dan kering. Pemkot setempat dan warga pun sibuk bebersih, kemarin.

”Hari ini kita fokus ke ope­rasi kebersihan di titik pasca­banjir. Beberapa titik memang sudah susut sudah kering,” ujar Kepala Bidang Kedaru­ratan dan Logistik pada BPBD Kota Tangerang, Gufron Fal­feli, kemarin.

Setidaknya, sambung Gufron, ada sembilan armada dengan puluhan personel yang dike­rahkan BPBD dalam operasi kebersihan ini. Seperti di Ci­ledug Indah terdapat 4 ar­mada dengan 26 personel. Padahal kemarin luapan Kali Angke bukan hanya mem­buat banjir meredam peru­mahan di Ciledug Indah saja, melainkan melumpuhkan akses Tangerang menuju Ja­karta.

Baca Juga  Longsor di Gunungputri, 5 Kios Terbawa Arus

”Lalu, di Puri Kartika ada dua armada dengan enam personel, kemudian di Duren Villa ada dua armada dengan 12 personel,” ungkap Gufron.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (15/7) sore, membuat 19 titik di Kota Tangerang menga­lami banjir. Banjir tersebut berlangsung hingga Sabtu (16/7).

Belasan titik banjir di Kota Tangerang ternyata bukan hanya disebabkan dari inten­sitas hujan yang deras saja, melainkan adanya faktor lain. Seperti yang terjadi di wi­layah timur Kota Tangerang, banjir disebabkan jebolnya tanggul Kali Angke. Alhasil, ratusan rumah di Perumahan Pinang Griya terendam ban­jir, Sabtu (16/7).

“Mendapatkan informasi adanya tanggul jebol, kita (PUPR, red) langsung menu­runkan personel dan menutup tanggul yang memiliki luas 25-30 meter menggunakan kisdam,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pena­taan Ruang (PUPR) Kota Tang­erang, Ruta Ireng Wicaksono.

Baca Juga  Bogor Kembali Dihantam Banjir, Jembatan Putus

Dari data terakhir, pukul 13:00 WIB Tim Gudang PUPR di kawasan Puspem Kota Tang­erang sudah mengirim empat truk yang berisi 100-150 karung kisdam ke lokasi jebolnya tanggul.

Lalu, sekitar seratus perso­nel langsung menutup tang­gul yang jebol tersebut. Selain itu, kondisi tersebut juga me­libatkan subkoordinator bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) dan UPT di wilayah yang dibagi menjadi beberapa tim dan tugas.

“Untuk UPT di wilayah kita mendapatkan bantuan dari UPT timur dan tengah, se­dangkan barat berjaga-jaga di wilayahnya. Dan, untuk 100 personel kita bagi menjadi 20 personel atau 2 tim difokuskan untuk penanganan dan pe­masangan kisdam. Semen­tara sisanya, yakni 80 personel di Perumahan Pinang Griya,” jelas Ruta.(lip/suf/py)

Baca Juga  Sungai Cileungsi Ngamuk, Ratusan Rumah Terendam

Leave a Reply

Your email address will not be published.