Bentuk Tim Khusus Geber Pembangunan Trem di Kota Bogor, Tapi Paling Cepat Ngaspal Setelah Periode Bima Arya

by -
ILUSTRASI : Situasi Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor. Jalan tersebut diproyeksikan masuk dalam koridor ngaspalnya Trem di Kota Bogor. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Sejak digaungkan beberapa tahun lalu, pembangunan moda transportasi Trem di Kota Bogor belum juga terlaksana.

Teranyar, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membentuk Tim Pembangunan dan Pengembangan Percepatan Perkeretaapian dibentuk untuk mewujudkan program trem di Kota Bogor.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Rudy Mashudi.

Ia mengatakan, meskipun belum juga terlaksana, program Trem disebut masih ‘on progres’ dan baru-baru ini kick off untuk tim pembangunan dan pengembangan percepatan perkeretaapian.

Rudy menjelaskan, ada tiga agenda yang menjadi fokus kerja tim.

“Kita concern terhadap 3 hal, yakni aspek regulasi, teknis dan pembiayaan. Tim akan dibagi tiga pokja yang diketuai bu sekda. Saya sebagai wakil ketua dan sekertaris-nya Asisten Pemerintahan. Untuk anggotanya, Dinas PUPR, BKAD, Dishub dan kemarin hadir semua dalam rapat kick off tim,” katanya, Senin (11/7).

Baca Juga  Dewi Perssik Lupakan Perseteruan dengan Julia Perez

Kaitan regulasi, sambung dia, perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai payung hukum utamanya sudah selesai.

Menurutnya, saat ini Perda Transportasi on going proses di DPRD. Dengan harapan bisa dibahas dan rampung di Agustus 2022.

“Kemudian ada hal terkait dengan pusat, sekarang ada review Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang nanti kita masukkan trem sebagai bagian usulan Bogor,” tukasnya.

Kemudian, kata Rudi, untuk teknis meliputi perizinan penetapan trase trem.

Namun ia mengakui bahwa tim harus berpikir keras mengenai skema pembiayaan lantaran tidak mungkin mengandalkan murni APBD Kota Bogor.

Dengan kata lain, Pemkot Bogor harus mengusulkan bantuan keuangan ke pemerintah pusat ataupun provinsi.

“Kebutuhannya (pembiayaan trem, red) sebesar Rp1,7 triliun. Sementara APBD Kota Bogor Rp2,5 sampai dengan 2,7 triliun saja,” ucap Rudy.

Baca Juga  Dinilai Berlebihan, Dana Donasi Ratusan Juta Untuk Warteg Bu Eni Belum Diserahkan Hingga Saat Ini

Dijelaskannya bahwa dari studi kelayakan yang dilakukan Colas Rail, trem akan menempuh rute sepanjang 8 kilometer dengan sistem looping tol Jagorawi, terminal Baranangsiang, Jalan Otto Iskandardinata, Juanda, Kapten Muslihat, Nyi Raja Permas, Dewi Sartika, Sawojajar, Sudirman dan Pajajaran.

“Itu koridor pertama, karena kita ingin integrasi masuk ke dua proyek stategis nasional, satu double track, sekarang ada FS (feasibility study, red) dari BPTJ (Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek) perpanjangan jalur kereta perkotaan antara Jakarta, Bogor sampai Lido Cigombong,” paparnya.

“Nah, sekarang saja sudah 600 ribu penumpang harian di stasiun Bogor, kalau nanti double track Bogor-Sukabumi jadi dan optimalisasi 8 trip ditambah perpanjangan jalur perkotaan sampai dengan Lido. Maka proyeksi kebangkitan perjalanan makin besar,” tambah Rudy.

Kedua, kata dia, terintegrasi dengan proyek strategis nasional Light Rait Transit atau LRT Jabodebek yang saat ini lintasan pelayanannya sudah mencapai Cibubur.

Baca Juga  Beredar Video Viral Menegangkan, Ibu di Bogor Melahirkan di Dalam Bus

Di mana dalam Perpres 55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), LRT tersebut akhirnya di Kota Bogor.

“Jadi kalau itu ditindaklanjuti oleh (pemerintah) pusat sampai dengan Baranangsiang maka bangkitan perjalanan akan kuat. Maka ada konektifitas yang dihantarkan oleh trem antara LRT Baranangsiang sampai dengan Stasiun Bogor, kemudian looping di jalur tengah kota, itu tahap pertamanya,” jelasnya.

Pihaknya memiliki target realistis operasional trem pada 2025 mendatang. Artinya, secara realistis Trem baru bisa terlaksana setelah masa jabatan Wali Kota Bogor Bima Arya yang berakhir pada 2024.

“Target operasional harus lewat di tahun 2024, tapi semua ikhtiarnya kita upayakan agar legasi administratif, perencanaan bisa selesai di tahun 2023 dan 2024. Nantinya ada 17 stasiun dan trem-nya baru,” pungkasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *