BPPSDMP Kementan Bocorkan Tips Wirausaha Pertanian Sukses

by -

METROPOLITAN.ID – Sebagai bonus demografi, peran generasi muda sangat sentral dalam pembangunan nasional, dimana jumlah penduduk usia produktif akan berada di titik tertinggi.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kehadiran petani serta wirausaha muda pertanian yang sukses merupakan role model bagi generasi muda lainnya. Pasalnya, pertanian sangat menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi bangsa dan rakyat.

“Pertanian itu given dari Tuhan yang mengaruniakan alam dan musim yang baik. Saat ini, generasi muda telah masuk era teknologi digital, sehingga perlu adaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi,” kata Mentan Syahrul.

Syahrul juga menekankan, generasi muda harus berperan serta pada sektor pertanian melalui berbagai kegiatan yang produktif. Pertanian saat ini berbeda dengan sebelumnya, kita masuk era pertanian internet of things (IoT) dan artificial intelligent. “Satelit sudah main, bukti pertanian itu keren. Mental tak mudah menyerah, mandiri, adaptif, inovatif serta disiplin tinggi yang menjadi modal dasar keberhasilan pembangunan pertanian,” kata Mentan Syahrul.

Dia menambahkan, strateginya dengan mendorong kewirausahaan pemuda. Pemerintah, khususnya Kementan, terus mencari peluang membangun ekosistem kewirausahaan bagi generasi muda, guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi demografi tersebut. Pengembangannya, secara lintas kementerian dengan mengedepankan kolaborasi bersama banyak pihak.

Baca Juga  Mentan SYL Pede Program TaniAkur Jadi Solusi Petani Makmur

Di sisi lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi saat membuka Koordinasi Monitoring dan Evaluasi, Management Information System (MIS), Strategi Akses Layanan Keuangan dan Hibah Kompetitif Program Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS) di Sentul (20/07) menekankan kondisi petani Indonesia saat ini didominasi usia tua.

Jumlahnya lebih 70% dari 33 juta orang, dengan tingkat pendidikan masih lulusan SD bahkan tidak sekolah, itulah kondisi faktualnya.

”Dengan kondisi demikian, tidak mungkin tugas penyiapan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk hingga ekspor kita serahkan sepenuhnya kepada mereka. Selain itu, rata-rata kepemilikan lahan kurang dari 0,3 hektar. Sudah saatnya generasi muda bersama-sama melanjutkan perjuangan mereka,” kata Dedi.

Dedi menekankan salah satu program aksi Kementerian Pertanian (Kementan) sangat memperhatikan SDM pertanian. Maka itu Kementan fokus pada pengembangan SDM, yang memiliki karakter kerja keras, dinamis, produktif, terampil, menguasai teknologi, inovatif, kreatif,disiplin tinggi serta bertalenta.

Baca Juga  1.090 Pasien Omicron Meninggal, Sebagian Belum Jalani Vaksin Lengkap

“Itulah target kita. Apapun program hibah luar negeri (PHLN) harus mendukung program aksi Kementan, harus mendukung program aksi BPPSDMP. Kondisi pertanian dan petani, mengharuskan kita lebih fokus mengembangkan petani muda, karena mereka yang akan melanjutkan estafet pembangunan pertanian,” katanya lagi.

Dedi pun menjelaskan untuk menghadapi minimnya lahan pertanian serta meningkatkan produktifitas, saat ini Kementan sedang membangun smart farming (pertanian cerdas) dengan memanfaatkan IoT, yang diyakini meningkatkan produktivitas, efisiensi dan dapat menekan biaya produksi.

“Gunakanlah smart farming. Cirinya, pertama adalah memanfaatkan biosience, bioteknologi seperti biofertilizer, varietas yang tahan hama penyakit. Kedua, pemanfaatan alsintan untuk menekan biaya produksi, dan ketiga gunakan IoT untuk sistem agribisnis modern dari hulu hingga hilir,” katanya lagi.

“Petani milenial lah yang mampu mengimplementasikan smart farming dengan sebaik-baiknya. “Pertanian kedepan ada di tangan generasi muda. Keberhasilan regenerasi petani adalah lahirnya wirausaha muda pertanian sukses. Keberhasilan program YESS adalah lahirnya wirausaha muda yang sukses yang tidak hanya mengharapkan program bantuan seperti hibah kompetitif tetapi juga harus berani untuk mengakses perbankan. KUR merupakan salah satu indikator keberhasilan wirausaha muda pertanian.

Baca Juga  Warga Tiga Kelurahan di Bogor Utara Kena DBD, Pemkot Diminta Aktifkan Jumantik

Kenapa tidak? Wirausaha yang berani mengakses KUR harus mampu untuk mengembalikan. Dan ini berarti ia harus mampu untuk mengelola usahanya dengan baik”, Dedi menekankan dihadap pengelola progam YESS baik tingkat National Program Management Unit (NPMU), Provincial Project Implementation Unit (PPIU) serta Dinas Pertanian selaku District Implementation Team (DIT).

Diakhir arahannya, pria yang akrab disapa Prof. Dedi ini berpesan agar pengelolaan program YESS harus dilakukan dengan baik, dengan transparan.

Mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan. Tak lupa evaluasi dan monitoring harus terus dilakukan untuk menghindari adanya penyimpangan serta menentukan apakah yang telah dilakukan telah mencapai target dan tujuan dari program yang didanai oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD) yakni menumbuh kembangkan petani serta wirausaha muda pertanian sukses.(suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.