Buntut Kasus Meninggalnya Bocah SD di Tasikmalaya, Apa yang Harusnya Dilakukan Guru jika ada Bullying di Sekolah?

by -
ILUSTRASI

METROPOLITAN.id – Kasus meninggalnya bocah SD di Tasikmalaya, Jawa Barat, lantaran depresi setelah mendapat perundungan atau bullying dengan dipaksa setubuhi kucing, sangat mencoreng dunia pendidikan di Indonesia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bahkan menyebut kasus mesti diusut sesuai aturan yang berlaku serta meminta sekolah untuk bertanggungjawab atas kejadian nahas tersebut.

Lantas, apa yang sebetulnya harus dilakukan oleh guru saat melihat atau menghadapi perundungan siswa di sekolah?

Dikutip dari tribunnews.com yang merangkum UNICEF, ada beberapa hal yang harus dilakukan guru atau tenaga pendidik jika ada perundungan atau pelecehan di sekolah :

Kepada Korban

– Tanggapi keluhan atau laporan korban dengan serius
– Tunjukkan empati
– Hargai dan berterima kasih pada korban karena telah melapor
– Yakinkan kepada korban bahwa hal tersebut bukan merupakan kesalahannya
– Bantu korban perundungan untuk membela dirin, misal membantunya mengatakan bahwa korban tidak suka saat dirundung oleh temannya
– Tanya korban tentang apa yang bisa diperbuat guru agar korban merasa aman di sekolah
– Berbicara pada setiap anak yang terlibat dalam tempat atau waktu yang terpisah
– Jangan menyalahkan, mengkritik, atau meneriaki anak-anak tersebut, serta hargai kejujuran mereka.
– Pertimbangkan peran atau pengaruh kelompok sebaya.

Baca Juga  Sentul City Salurkan 25 Hewan Kurban ke Warga Bogor

Perundungan biasanya dilakukan oleh sebuah kelompok, namun jika dilakukan oleh satu orang dengan bantuan atau dukungan orang lain, maka semuanya harus menanggung konsekuensi bersama.

Tujuannya adalah agar anak tahu dampak perbuatan yang dilakukan

– Ambil tindakan kepada pelaku perundungan dengan memberitahu pelaku, orang tua, hingga ke kelasnya mengenai perkembangan kasus.
– Jika perlu, cari bantuan dari pihak eksternal, misalnya psikolog anak

Kepada Pelaku
– Dengarkan versi mereka, biarkan mereka bercerita sambil menghargai apa yang mereka ceritakan
– Tunjukkan empati serta membagikan perasaan anak yang menjadi korban ke pelaku perundungan
– Terapkan konsekuensi tertentu, agar mereka belajar dari situasi ini.

Baca Juga  Sosialisasi GCG dan Kick Off Program 2022 ala Perumda Tirta Pakuan

Pemberian konsekuensi harus sesuai dan berhubungan dengan kesalahan dengan tetap menghormati pelaku serta masih masuk akal.

– Minta pelaku untuk memperbaiki kesalahannya, misalnya dengan meminta maaf dan melakukan sesuatu yang membuat korban menjadi merasa lebih baik.

– Menghargai dan mengenali segala perubahan perilaku yang positif, termasuk mengakui kesalahan.

– Bicaralah kepada orang tua mereka dan saling menyetujui rencana agar berbuat baik.

Garis bawahi perilaku yang tak pantas, ingatkan juga mereka akan aturan dan pedoman anti perundungan yang dibuat di sekolah.

– Bantu pelaku perundungan memahami alasan di balik perilaku tersebut.

Cari tahu, apakah ada masalah di rumah atau kurangnya perhatian di rumah, atau adanya pengalaman jadi korban perundungan sebelumnya. (tib/ryn)

Baca Juga  Joko Driyono Tersangka

Leave a Reply

Your email address will not be published.