Dapat CSR, Dua JPO Instragamable bakal Dibangun di Kota Bogor

by -
IST.

METROPOLITAN.id – Dapat bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR), Kota Bogor bakal segera punya Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di dua lokasi jalan protokol Kota Bogor.

Dia titik JPO tersebut yakni kawasan simpang Warungjambu, Kecamatan Bogor Utara dan di kawasan Masjid Raya Bogor, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo. Rencana pembangunan JPO akan dilakukan di sisa tahun 2022 dengan memakan waktu pelaksanaan sekitar tiga bulan. Sehingga diharapkan, dua JPO bisa selesai dan bisa terealisasi pada akhir tahun 2022.

Menurutnya, JPO akan dibangun di titik-titik lokasi yang memiliki kepadatan arus lalu lintas tinggi dan sangat dibutuhkan bagi pelayanan masyarakat.

“Pembangunan JPO akan mulai awal Agustus ini, di dia lokasi yakni Warungjambu dan depan Masjid Raya,” katanya kepada awak media, Minggu (31/7).

Baca Juga  Aktor Maxime Bouttier Berharap Go International

Ia menambahkan, pembangunan dua JPO ini berasal dari dana CSR dari PT Diva Intan Putri Pratama. Sehingga tidak menyentuh dana APBD Kota Bogor.

Pemkot Bogor sudah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga tersebut dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau MoU.

Terkait perizinan pembangunan JPO, kata dia, sudah selesai dilakukan kepada pemerintah pusat lantaran jalan yang direncanakan dibangun JPO itu merupakan jalan nasional.

“Pembangunan JPO ini merupakan CSR dari pihak swasta. Ketika Pemkot Bogor membutuhkan adanya JPO, gayung bersambut dari pihak ketiga, ada yang siap membangun. Semua perizinan untuk JPO sudah selesai ke pusat. Karena lokasi JPO ada di Jalan nasional,” jelasnya.

Baca Juga  Bernilai Fantastis, Dua Proyek Pembebasan Lahan di Kota Bogor Dicoret

Disinggung soal konsep pembangunan, Eko menyebut bahwa JPO akan menggunakan konsep heritage modern dengan penyesuaian kearifan lokal Kota Bogor.

Awalnya, kata dia, konsep JPO itu akan disertai adanya lift. Namun karena pemeliharaan lift menelan biaya besar, maka konsep lift ditiadakan.

Danjen, sapaan karibnya menjelaskan bahwa JPO nanti memang akan dibangun megah dan instagramable namun tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Seperti JPO-JPO yang ada di Jakarta.

“Pembangunan di bawahnya betonisasi dan konsepnya heritage modern. Ornamen di JPO juga akan terlihat megah sesuai dengan design dari kontraktor. Sehingga nantinya bisa jadi obyek lokasi swafoto masyarakat,” ujar Danjen.

“Pembangunan JPO ditargetkan selama 3 bulan, atau maksimal di akhir tahun 2022 ini sudah selesai dan bisa dipergunakan masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga  Mantan Pacar Ratu Kecantikan Spanyol, Ngambek ke CR7

Dalam proses pembangunan JPO, sambung dia, tentu akan mempunyai dampak. Pemkot dan kontraktor pun bakal mengantisipasi hal itu.

Termasuk antisipasi kepadatan arus lalulintas selama pembangunan di titik JPO.

Direncanakan, kata dia, pekan depan sudah mulai dilakukan pembangunan tiang panjang betonisasi dan dilanjutkan pemasangan JPO pada malam hari.

Saat pembangunan itu, kata Danjen, kemungkinan akan dilakukan rekayasa lalulintas untuk kelancaran pembangunan JPO.

“Semoga pembangunan JPO berjalan lancar dan setelah JPO selesai, tentunya diharapkan mengurangi kepadatan arus lalulintas di ruas jalan tersebut. Kami juga memohon dukungan kepada warga untuk pembangunan JPO ini, dan di imbau agar para pengendara yang melintas di lokasi pembangunan JPO untuk berhati-hati,” pungkas Danjen. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *