Datang ke Pilkades PAW Sukamulya, Sekda Burhan Beberkan 3 Masalah Besar di Rumpin

by -

METROPOLITAN.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin, bersama Kapolres Bogor dan Kepala DPMD serta Forkopimcam Rumpin, melihat langsung Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Sukamulya, Minggu (3/7).

Dalam kesempatan tersebut Burhanudin mengapresiasi kinerja segenap jajaran panitia dan pihak keamanan yang telah sukses melaksanakan Musdes Pilkades PAW Sukamulya dengan aman dan tertib.

Sekda juga memberikan perhatian pada beberapa persoalan yang terjadi di Kecamatan Rumpin. Seperti stunting, konflik agraria hingga jalur tambang.

Sekda meminta untuk kasus stunting, segera dibuatkan program penanganannya demi menuju Bogor Bebas Stunting 2023.

Ia juga menyinggung konflik agraria antara masyarakat dengan TNI AU.

Pada 2012 lalu, kata Burhanudin, sudah dilakukan verifikasi di area 450 hektare dan sekarang ini masyarakat, Pemdes Sukamulya dan Pemerintah Kecamatan Rumpin harus segera melakukan langkah pendataan administrasi pertanahan.

Baca Juga  Mantan Kepala Bulog Diduga Seroboh Lahan Negara

“Saya yakin semua akan ada solusinya, karena pemerintah serius menangani setiap permasalahan masyarakat,” ucap Burhanudin.

Sedangkan terkait rencana pembuatan jalan khusus jalur tambang, Burhanudin mengatakan bahwa Pemkab Bogor berharap jalan ini dapat tersambung ke jalan tol.

Proyek rencana pembangunan jalan jalur khusus tambang ini telah diambil alih Pemprov Jawa Barat yang menunjuk PT Jasa Sarana Jabar sebagai pelaksana.

“Treking jalan jalur tambang itu sudah ditentukan, Feasibility Study¬†(FS) dan Detail Engineering Desain (DED) sudah. Pemkab Bogor, masih menunggu rapat kelanjutannya. Pemkab Bogor beserta masyarakat, menginginkan yang tercepat. Kalau bertele-tele, pasti diprotes lagi,” ucap Burhan.

Sekda Burhanudin menjelaskan, dalam rapat terakhir di Bandung dengan Camat Cigudeg, Camat Rumpin serta Camat Parungpanjang, diungkapkan bahwa saat ini sudah masuk tahap action plan.

Baca Juga  Pasrah dan Berharap Ada yang Peduli

Diantaranya proses perencanaan badan jalan sesuai target, guna mendapatkan desain yang kompeten sehingga mengakomodir kebutuhan operasional penambangan.

“Tapi mewujudkan itu tidak semudah membalikan telapak tangan, kalau trase sudah ke sosialisasi lahan-lahan yang terkena baik milik masyarakat maupun pihak ketiga. Itu kan semua harus diukur dan diumumkan. Namun yang terpenting duitnya (anggaran) dari mana? Itu saya belum tahu,” pungkasnya. (sir/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.