Demam Citayam Fashion Week, Artis hingga Pejabat Jajal Catwalk ala Bonge

by -
AYA: Model Paula Varoeven ber-fashion show di Taman Dukuh Atas, Jalan Sudirman, Jakarta.

Istilah Citayam Fashion Week mendadak beken, menyusul banyaknya warga yang penasaran dengan aktivitas ABG atau remaja asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang berbondong-bondong pamer outfit di jalanan Ibu Kota.

TAMAN Dukuh Atas di Jalan Sudirman, Jakarta, menjadi salah satu spot favorit para ABG itu menghabiskan waktunya sekadar nongkrong, chit-chat, atau bersantai.

Tak hanya dari Bogor. Bebe­rapa remaja tanggung dari daerah pinggiran Ibu Kota juga tak ketinggalan meman­faatkan taman kota menjadi tempat nongkrong asyik.

Sampai-sampai, muncul ak­tivitas pamer gaya busana alias outfit di Sudirman Central Busines District (SCBD).

Bonge, salah satu ikon Ci­tayam Fashion Week yang belakangan nge-hits. Namanya mendadak naik daun, sampai model kelas papan atas se­perti Paula Varoeven bela-belain menemui Bonge.

Paula sempat mencicipi ke­seruan Citayam Fashion Week dikerubungi banyak orang saat berjalan di atas zebra cross. Tidak sendirian, Paula kala itu ditemani Bonge, salah satu remaja yang terkenal berkat Citayam Fashion Week.

Paula juga rela menelusuri asal usul Bonge. Di rumah se­derhana yang berada di Cilebut, Kabupaten Bogor, Paula men­datangi rumah Bonge, remaja yang dianggap jadi tren setter dari populernya ajang Citayam Fashion Week.

Paula bahkan jauh-jauh men­datangi rumah Bonge di daerah Cilebut untuk menyampaikan kabar gembira. Rencananya, ia bersama sang suami, Baim, ingin memperbesar Citayam Fashion Week dengan meng­gandeng Bonge.

”Kita mau bikin sesuatu yang besar. Semoga ini bisa jadi wa­dah dan inspirasi banyak orang dan bisa menimbulkan krea­tivitas yang luar biasa,” kata Paula dikutip dari YouTube Baim-Paula.

Kepada Bonge, Paula kemu­dian mengungkap rencananya itu sambil menunjukkan dua koper berisi uang total Rp500 juta.

”Jadi Baim-Paula akan menga­jak Bonge bikin even Citayam Fashion Week. Kita sudah se­diain uang sebesar Rp500 juta,” ujar Paula.

Dilibatkannya Bonge dalam hal ini karena Paula mengang­gap sosok Bonge sekarang cukup punya pengaruh besar di daerah Dukuh Atas yang kini kerap disebut SCBD atau Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok itu.

”Kita niatnya mengembang­kan anak-anak muda sekarang. Lebih positif, lebih kreatif, lebih inovatif,” ujar Paula.

”Jadi kita pengin ngajak kamu yang punya suara, punya peng­aruh ke anak-anak muda se­karang,” imbuhnya.

Paula kemudian menjelaskan tujuannya bersama Baim ing­in membuat besar nama Ci­tayam Fashion Week untuk anak-anak tersebut.

”Jadi kita bisa mungkin men­jembatani, bisa membekali anak-anak zaman sekarang jadi benar-benar kreativitasnya tidak terbatas,” jelas Paula.

Baca Juga  Lenggak-lenggok Model Dadakan di Ahmad Yani Fashion Week, Nggak Kalah Sama Citayam Fashion Week

”Apalagi Bonge jadi role mo­del. Jadi benar-benar ada se­suatu yang bisa kita olah ke mereka semua. Jadi mereka punya bekal dan bisa berman­faat buat banyak orang,” be­bernya.

Sementara itu, Baim yang telah menghubungi Bonge juga menyampaikan harapan­nya agar Citayam Fashion Week ke depannya tak kalah dengan Harajuku di Jepang.

Bukan hanya Paula yang iku­tan mejeng di Citayam Fashion Week. Sejumlah pejabat teras pun tak ketinggalan dengan booming-nya demam Citayam Fashion Week.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, misalnya. Ia mengunjungi kawasan Sudirman yang sedang ramai didatangi anak-anak SCBD. Dengan setelan jas ber­warna cokelat, Ridwan Kamil terlihat melakukan fashion show bersama para ojek online (ojol) dan petugas kebersihan di se­kitar, pada Rabu (20/7).

“Sehabis menerima award pakai batik, tetiba harus rapat di kawasan SCBD, Sudirman. Dan terpaksalah ikutan #citay­amfashionweek bersama para model

dunia yang tergabung dalam agency modelpadahalojol.inc,” candanya dalam akun Instagram @ridwankamil, Rabu (20/7).

Saat mengikuti fashion show, Ridwan Kamil terlihat mema­kai kaus dan topi putih, dipadu jas cokelat muda dan celana panjang warna senada. Kang Emil, sapaannya, melakukan fashion week sambil menenteng sebuah tas berwarna cokelat tua. Di belakangnya terlihat sejumlah driver ojol mengikuti gerakannya.

Gubernur Jawa Barat itu mengaku diundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengunjungi kawasan SCBD Sudirman.

“Ternyata yang nongkrong nggak hanya anak-anak dari Citayam, tapi juga teman-teman driver ojol juga yang akan ikut fashion show pagi ini,” ujarnya.

Bukan hanya Ridwan Kamil yang ikut mejeng di SCBD. Pe­jabat lainnya juga melakukan hal serupa dengan style busa­na mereka sendiri.

Baru-baru ini, jajaran pejabat dari Indonesia maupun luar negeri ikut menjajal ‘catwalk’ di kawasan tersebut. Hingga Rabu (20/7), dua di antara ja­jaran pejabat di Citayam Fashion Week itu adalah Anies Baswe­dan dan Ridwan Kamil.

Lantas, siapa saja pejabat yang melenggang di Citayam Fashion Week? Pertama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia turut meramaikan tren Citayam Fashion Week.

Ia bersama pengemudi ojol melenggang bak model di lo­kasi penyeberangan jalan yang dijadikan tempat beradu gaya remaja SCBD alias Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok tersebut. Momen itu dibagikan melalui media sosialnya, @ridwankamil pada Rabu (20/7).

Baca Juga  Kisah Inspiratif Septi Olah Garam Laut Jadi Produk Kecantikan, Pilih Berhenti Jadi PNS demi Bangun Bisnis Garam Mandi

”Saya sedang di Dukuh Atas, diundang Bapak Anies untuk meramaikan ruang publik di Jakarta,” ujarnya dalam video yang dibagikan itu.

Ridwan Kamil tak mau me­lewatkan kesempatan ikut ‘catwalk’ di lokasi penyeber­angan yang berada di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/7).

Menurut Ridwan Kamil, ka­wasan Sudirman, Jakarta, tidak hanya menjadi tempat nong­krong muda-mudi dari sejum­lah daerah, tetapi juga penge­mudi ojol. Bersama para penge­mudi ojol itu, Ridwan Kamil melakukan fashion show.

Ia mengenakan setelan jas warna cokelat moka yang di­biarkan terbuka dengan kaus putih sebagai dalamannya. Outfit itu terlihat kasual lanta­ran berbeda dari kemeja formal dan dasi yang umumnya di­kenakan orang kantoran.

Tak lupa, Kang Emil juga mengenakan topi fedora dengan warna senada dan kacamata hitam. Ia juga menjinjing tas ransel kulit saat ber-fashion show bersama para ojol. Out­fit yang dikenakannya disebut merupakan karya desainer kondang Samuel Wongso dari Wonghang Tailor.

Dalam unggahan fashion show-nya itu, Ridwan Kamil juga menyampaikan pesan bagi muda-mudi untuk tetap menjaga kebersihan, ketertiban, tidak menggelandang, serta membuat konten yang positif dan kreatif.

Menurut Kang Emil,manusia sejatinya butuh ruang istirahat. Jika ruang istirahatnya dise­diakan dengan baik, dalam hal ini kawasan SCBD yang telah ditata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maka manusia akan berkegiatan yang positif.

“Daripada tawuran, mending nongkrong fashion show. Kalau menurut saya,” kata Ridwan Kamil.

Ia menyebut banyak kegiatan serupa seperti street fashion show di daerah Jawa Barat. Terutama di Bandung. Namun, menurutnya, di kawasan Depok, Jawa Barat, akan dimaksimal­kan juga.

“Banyak di Bandung (nong­krong dan fashion show, red). Cuma mungkin di Depok akan dimaksimalkan,” ucapnya.

Bukan Ridwan Kamil saja pejabat yang turun ke jalan mengikuti catwalk ala Bonge.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga melakukan hal serupa. Dalam unggahan di laman @aniesbaswedan (20/7), ia tampak mengenakan setelan jas dengan kemeja putih dan dasi merah saat tengah mela­kukan fashion show.

Anies melenggang seperti remaja SCBD yang unjuk bus­ana akhir pekan lalu di penye­berangan jalan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Saat melakukan fashion show, Anies tidak sendirian. Ia ditemani tamu-tamunya dari Uni Eropa.

Sebut saja Vincent Pike, Duta Besar untuk Indonesia dan Brunei Darussalam se­jak September 2019. Sejak 2009, Vincent Pike telah berkarier dengan Uni Eropa, yakni menjadi Duta Besar Uni Eropa untuk Malaysia hingga kepala kantor Uni Eropa di Hong Kong dan Makau.

Baca Juga  PTM Kota Bogor Diperpanjang

Jajaran pejabat luar negeri berikutnya yang ikut meramai­kan tren Citayam Fashion Week adalah Kris Peeters.

Kris merupakan Wakil Presi­den Bank Investasi Eropa (EIB) sejak 2021 hingga saat ini. Kris pernah menjabat Wakil Per­dana Menteri dan Menteri Ekonomi dan Ketenagakerjaan di pemerintahan Perdana Men­teri Charles Michel pada 2014—2019.

Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luluk Dwi Kumala­sari, menyebut fenomena so­sial yang menuai pro dan kon­tra itu sebagai salah satu wadah anak muda mengekspresikan diri dengan cara positif.

Selain perkembangan tren fashion, Luluk menjelaskan perkembangan media sosial, terutama TikTok, berperan besar dalam keberadaan tren ini.

Para remaja di Citayam Fa­shion Week ini memanfaatkan media sosial untuk menjadi terkenal dan mendapatkan uang. Hal itu juga melahirkan banyak seleb Instagram dan seleb TikTok seperti Jeje, Bonge, Kurma, Roy, dan lainnya.

Masifnya keberadaan media sosial memengarui cara para remaja berkreasi, dan Citayam Fahion Week menjadi wadah baru untuk mereka.

“Dengan munculnya komu­nitas ini juga menjadi sebuah wacana baru bahwa fashion yang selama ini identik dengan kalangan atas, juga bisa dila­kukan kalangan menengah ke bawah,” kata Luluk.

Meski menuai kontra dari sebagian masyarakat karena dinilai mengganggu dan mem­buat kumuh kawasan Sudirman, Luluk menilai tren seperti ini sebetulnya hal positif. Namun, tetap harus ada upaya pengu­rangan dampak negatif dari berbagai pihak, terutama pe­merintah.

“Secara keseluruhan, saya memandang bahwa tren ini sebagai hal positif. Harapannya bisa jadi komunitas yang dike­nal positif, tidak hanya di In­donesia tapi juga internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, mun­culnya fenomena Citayam Fashion Week bukan disebab­kan karena Kabupaten Bogor kekurangan fasilitas publik.

Iwan menduga para remaja tersebut lebih menyukai ka­wasan Sudirman karena akses yang mudah. Yakni dengan menggunakan Kereta Rel List­rik (KRL).

“Bukan (kurang fasilitas, red). Mungkin aksesnya dekat, cuma lewat kereta. Naik di Citayam, turun di Jakarta, jalan ke tem­pat itu,” kata Iwan.

Iwan mengklaim di Kabu­paten Bogor banyak tempat yang bisa menampung para remaja untuk nongkrong dan bercengkerama. Namun, ia tidak menyebutkan detail di mana tempat tersebut. (de/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.