Dibalik Temuan BPK: Rp170 Juta Belum Lunas, Kontraktor Sekolah Satu Atap Masih Nunggak Biaya Kelebihan Bayar Tahun 2020

by -

METROPOLITAN.id – Dibalik hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini memunculkan fakta mengejutkan.

Kontraktor atau pelaksana kegiatan proyek pembangunan Sekolah Satu Atap SD dan SMP di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal itu ternyata masih menunggak biaya kelebihan pembayaran kegiatan pembangunan pada tahun 2020.

“Belum (lunas), kan temuan BPK itu ditindaklanjuti, ditindaklanjuti yang untuk tahun sekarang baru kurang lebih 60 persen. (Tapi) Yang tahun sisa tahun 2020 masih ada,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi kepada wartawan, Kamis (28/7).

“Aduh saya lupa (besarannya). Sudah ada presentasi ya, (tapi) lupa, nanti saya liat dulu, di cek,” sambungnya.

Baca Juga  Pemulihan Pasca Pandemi, Produk UMKM Kota Bogor Siap Dibawa Tembus Pasar Internasional

Meski demikian, diyakini Hanafi, secara normatif mereka sudah diberitahukan untuk mengembalikan kelebihan bayar tersebut. Dan kontraktor juga sudah mengembalikan secara dicicil untuk kelebihan pembayaran pada kegiatan pembangunan di tahun 2020 dan 2021.

“Tapi intinya pihak ketiga harus menyadari bahwa itu menjadi kewajibannya untuk pengembaliannya,” tandasnya.

Sebelumnya, kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini terus berlanjut.

Teranyar, selain proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor tahun 2021 dan proyek pembangunan Alun-alun Kota Bogor tahun 2021 yang kelebihan pembayaran. Proyek pembangunan Sekolah Satu Atap SD dan SMP di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal juga mengalami kelebihan pembayaran.

Baca Juga  Jadi Saksi Kasus Ade Yasin, Kepala BPKAD : Saya Tidak Tahu Ada Pemberian Suap buat BPK

Seperti diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Menurutnya, proyek pembangunan Sekolah Satu Atap yang dikerjakan PT Artikon Dimensi Indonesia itu mengalami kelebihan pembayaran senilai Rp170 juta.

“Disdik di bawah Rp200 jutaan,” kata pria yang akrab disapa JM kepada wartawan, Rabu (27/7).

Dijelaskannya, sebenarnya pihaknya tidak memaksa pelaksana kegiatan atau kontraktor untuk menyelesaikan langsung kelebihan pembayaran ini selesai 100 persen.

Akan tetapi, karena hingga hari terakhir rekomendasi BPK Jabar belum ada upaya tindaklanjut untuk pengembalian, maka ketiga proyek pembangunan ini yang menjadi bahan kritikan pihaknya dalam rapat kerja bersama Inspektorat Kota Bogor.

“Kita juga tidak memaksa langsung 100 persen, tapi kita minta ada progres dari 60 hari terakhir setelah diinfokan oleh BPK, minimal ada itikad baik ketika ada kekurangan volume ini,” ucap JM.

Baca Juga  Proyek Penataan Kawasan Rp30 M Segera Dimulai, Jalan Surken Kota Bogor Bakal Ditutup Total? Ini Kata Kadishub

“Masjid Agung dan Surken pengembalian juga sama. Tapi mereka (pihak pelaksana kegiatan) sudah ada upaya untuk pengembalian,” sambungnya.

Untuk itu, dirinya meminta agar Inspektorat Kota Bogor ke depan untuk lebih memaksimalkan pengendalian internal, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan.

“Minimal diberikan supervisi pendampingan pencegahan, jangan sampai terulang kembali ada temuan seperti yang ini,” tandas JM. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.