DPRD Ogah Bahas LKPJ Pemkab Bogor Sebelum Terima LHP BPK

by -
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim

METROPOLITAN.id – DPRD Kabupaten Bogor hingga saat ini masih menungu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebelum membahas Laporan Keterangan Pertangungjawaban (LKPJ) 2021.

“Kami belum bisa membahas LKPJ 2021 yang auditnya diulang oleh BPK. Bahkan suratnya pin kami kembalikan ke Pemkab Bogor. Sebab kita masih menunggu LHP yang kedua sebelum membahas LKPJ,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupatwen Bogor Agus Salim.

Belum diterimanya LHP BPK, lanjut Agus Salim, membuat jadwal yang telah ditetapkan oleh DPRD menjadi berantakan. Apalagi pada sisa waktu enam bulan ini DPRD harus membahas banyak persoalan, diantaranya LKPJ 2021, KUPA-PPAS, APBD perubahan, KUA-PPAS 2023 dan APBD 2023.

“LKPJ itu harusnya selesai pada akhir Juli dan dilanjutkan dengan pembahasan APBD perubahan.Tetapi APBD perubahan itu nggak bisa dibahas kalau nggak ada LHP dan pembahasan LKPJ. Makanya surat itu kami kembalikan, bukan kami nggak mau bahas. Kami nunggu sampai LHP nya turun ke kami,” paparnya.

Baca Juga  Jelang Sidang Putusan Ade Yasin, Pakar Hukum : Hakim Tidak Bisa Abaikan Fakta Persidangan Dalam Menetapkan Vonis

Dengan adanya persoalan tersebut, mengacaukan sejumlah agenda pembahasan di DPRD. Ditambah saat ini Pemkab Bogor belum juga menyerahkan naskah akademik terkait program pembentukan peraturan daerah (propemperda).

“Banyak sekali pembahasan yang belum dimulai karena belum ada naskah akademik yabg diserahkan ke kita (DPRD,red). Sedangkan jika sudah diparipurnakan bolanya itu ada di kita,” kata Agus Salim.

Sementara itu, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menjelaskan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan DPRD terkait sejumlah pembahasan yang sempat tertunda.

“Kita akan segera berkomunikasi, karena ada sejumlah pembahasan krusial yang perlu segera dibahas bersama DPRD,” kata Iwan.

Begitu juga penyerahkan naskah akademik yang sudah masuk kedalam propemperda. Iwan mengaku akan melakukan evaluasi untuk mencari penyebab lambatnya penyerahan naskah akademik tersebut.

Baca Juga  Jeli Melihat Potensi Bisnis yang Menguntungkan, Berhenti Jadi PNS, Kini Punya Omzet Rp1 Miliar per Bulan

“Kita akan evaluasi terlebih dahulu untuk mencari penyebabnya,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.