Gelombang Tinggi, Nelayan Palabuhanratu Takut Melaut

by -

METROPOLITAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palabuhan­ratu, Sukabumi, terus meman­tau cuaca ekstrem yang menga­kibatkan gelombang tinggi hingga melanda Pantai Sela­tan Sukabumi.

Bahkan, gelombang tinggi yang menyebabkan banjir rob ini sempat memporak-poran­dakan bangunan dan pemu­kiman di sekitar Pantai Pala­buhanratu dan sekitarnya, beberapa waktu lalu.

Staf BMKG Palabuhanratu, Andy Ramadhan, mengatakan, saat ini kecepatan angin men­capai 25 km per jam, sedang­kan gelombang tinggi men­capai 2-4 meter. ”Penyebab gelombang tinggi, yakni aki­bat perubahan musim dari hujan ke kemarau, ditambah faktor kecepatan angin,” jelas Andy.

Untuk itu, BMKG mengim­bau nelayan tidak melaut guna menghindari adanya korban kecelakaan laut. ”Ya, tidak disarankan melaut bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil karena gelombang tinggi,” ujarnya.

Baca Juga  Jadi Daya Tarik Wisata Plus Momen Kebangkitan Nelayan

Sementara itu, sejumlah nelayan di perairan Palabu­hanratu memilih tidak melaut. Alasannya, selain terjadi gelombang tinggi, ikan juga sulit didapat dalam kondisi seperti ini. ”Ya tidak melaut bukan karena gelombang tinggi. Tapi, ikan saat ini sulit didapat,” jelas Soleh, seorang nelayan di Dermaga Palabu­hanratu, kemarin.

Dengan tidak melautnya nelayan, lanjut Soleh, tentu berpengaruh terhadap per­ekonomian nelayan. Bahkan, banyak nelayan tidak pulang ke rumah karena tidak mem­punyai bekal untuk pulang. ”Kalau kita melaut, paling saat ini hanya membawa ikan 2 kg. Hal itu tidak seimbang dengan pengeluaran bahan bakar hingga Rp500.000 se­kali melaut,” jelasnya.

Soleh pun berharap kon­disi ini cepat membaik agar nelayan kembali mencari nafkah untuk kebutuhan hidup. ”Sekarang kita tidak berani ambil risiko untuk melaut. Kita cuma bisa pasrah menung­gu nasib,” ucapnya.

Baca Juga  Total Produksi Perikanan Tangkap Capai 9.705,69 Ton

Hal yang sama dialami Bayu (43), salah seorang pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Darmaga Nusantara Pa­labuhanratu. Saat ini pedagang ikan lainnya terpaksa mengang­gur karena langkanya ikan yang didapat dari nelayan. ”Kita kesulitan dan tidak bisa dagang. Karena nelayan tidak melaut, otomatis tidak ada ikan yang didapat,” ujarnya. (ms/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.