Haduh… Kasus Kekerasan Anak di Bekasi Melonjak

by -

METROPOLITAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi mencatat angka kasus kekerasan anak dan perempuan tahun ini melonjak jika dibandingkan 2021. Hal itu disampaikan Kepala DP3A Kabupaten Be­kasi, Ani Gustini. ”Tercatat ratusan kasus kekerasan dia­lami perempuan dan anak hingga pertengahan tahun ini,” terang Kepala DP3A Ka­bupaten Bekasi, Ani Gustini, ketika dikonfirmasi kemarin.

Ia merinci pada periode Ja­nuari hingga Juni 2022 terca­tat 114 kasus kekerasan ter­hadap anak dan perempuan. Padahal tahun lalu hanya 110 kasus. ”Padahal sepanjang 2021 jumlahnya hanya 110 kasus. Ini baru semester per­tama sudah melampaui ang­ka tahun lalu,” katanya.

Ani juga mengakui bahwa permasalahan internal kelu­arga, seperti faktor ekonomi, masih mendominasi penye­bab kekerasan tersebut. Ba­hkan, kasus ini kerap dila­kukan kepala rumah tangga. ”Faktornya masalah kelu­arga. Karena kemarin kan pandemi juga. Mungkin sekarang masih sulit men­cari pekerjaan setelah ter­kena pemutusan hubungan kerja, sehingga tingkat stres terakumulasi dan terjadilah kekerasan,” katanya.

Baca Juga  Guru Penampar Sembilan Siswa Terancam Tiga Tahun Penjara

Menurutnya, angka faktual kasus kekerasan perempuan dan anak diprediksi lebih ba­nyak. Hal itu dipicu banyak korban yang tidak memiliki keberanian untuk melapor. ”Cukup banyak kasus keke­rasan perempuan dan anak yang tidak terdeteksi, karena korban tidak berani lapor,” kata Ani.

Ani memastikan, pihaknya bakal memberikan perlindun­gan kepada korban kekerasan yang berani melaporkan tindak kekerasan. Bahkan, pihaknya juga telah menyediakan rumah singgah bagi korban. ”Lapor­kan kepada kita, kita pasti akan melindungi setiap pelapor yang datang,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya ber­sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah mengampanyekan Program Jawa Barat Berani Cegah Tindak Kekerasan atau Jabar Cekas guna menekan angka kekerasan di Kabupaten Be­kasi. Tahun ini angka kasusnya melonjak dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga  Insiden Rapper 50 Cent Ditarik Fans Di Atas Panggung

Ani mengatakan, ada sepu­luh poin penting yang tertu­ang dalam Program Jabar Cekas, yakni berani berbi­cara, berani melapor, berani menolak, berani mencegah, berani berpihak kepada kor­ban, berani berkata tidak, berani melawan, berani ma­ju, berani bergerak serta be­rani melindungi korban ke­kerasan yang menimpa pe­rempuan dan anak.

”Selain itu, Program Jabar Cekas ini juga masih terus kami gencarkan kepada ma­syarakat melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi,” katanya.(sin/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.