Imbas Siswa SD di Kota Bogor Diduga Dikeluarkan Tanpa Alasan Jelas, Disdik Panggil Pihak Sekolah

by -
ILUSTRASI

METROPOLITAN.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor melakukan pemanggilan terhadap pihak sekolah yang diduga mengeluarkan anak muridnya, L (9) tanpa alasan jelas.

Pemanggilan yang dihadiri Kepala Sekolah, Guru hingga Operator Sekolah itu berlangsung di Kantor Disdik Kota Bogor pada Rabu (6/7).

“Sudah, kemarin pemanggilan terhadap sekolah. Kita panggil baik kepala sekolah, guru, dan OP ke kantor untuk dimintai keterangan,” kata Kasi Kurikulum SD di Disdik Kota Bogor, Rini Mulyani kepada Metropolitan.id, Kamis (7/7).

“Jatohnya bukan klarifikasi, melainkan orangtua (murid) kan sudah memberikan keterangan, lalu kita meminta keterangan terhadap pihak sekolah terkait keterangan yang sudah disampaikan orangtuanya,” sambungnya.

Menurutnya, dari hasil pemanggilan pihak sekolah, diputuskan Disdik Kota Bogor akan mempertemukan kedua belah pihak. Pertemuan sendiri dijadwalkan pada Kamis (7/7) di sekolahan.

Baca Juga  Lebih Dari Sebulan PTM di Kota Bogor, Wakil Rakyat Tagih Evaluasi dari Disdik

Akan tetapi, pertemuan batal dilaksanakan lantaran orang tua dari L tidak bisa menghadiri pertemuan tersebut.

“Harusnya hari ini, cuma dari orangtuanya membatalkan tidak bisa hadir, karena ada pekerjaan dan sebagainya yang tidak bisa ditinggalkan,” ucap dia.

Atas itu, dijelaskan Rini, saat ini pihaknya lebih menunggu permintaan apakah pertemuan akan tetap dilakukan atau seperti apa.

“Ada rencana di reschedule, tapi saya belum tahu karena apakah bisa tidak waktunya, karena saya tidak tau sesibuk apa orangtuanya,” imbuhnya.

“Kalau mau orangtua murid ngatur waktu dengan sekolah lalu kabarin ke kita, karena kalau dari dinas kan hanya menengahi sepeti apa nih, ibaratnya kalau kita simpan masalahnya diatas meja,” lanjut dia.

Baca Juga  Segera Cair Nih, Gaji ke-13 PNS Mulai Turun pada 1 Juli 2022

Soal pertemuan yang akan dilakukan, dituturkan Rini, pihaknya akan melakukan kroscek data apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian, dari situ akan dicarikan titik temu penyelesaiannya.

“Kita akan carikan (jalan) mana yang terbaik. Cuma kan sebenarnya, jalan yang terbaiknya juga sudah diambil orangtua, yakni anaknya dipindahkan sekolahnya,” ungkapnya.

“Dan saya juga sudah tanya (ke orangtua), kalau ini hanya terjadi miskomunikasi apakah anaknya masih mau di sekolah sama, namun orangtua bilang sudah dipindahkan hingga sudah masuk pembayaran di sekolah yang baru,” lanjut dia.

“Tapi nanti kita lihat seperti apa dari hasil pertemuan kalau memang terjadi,” tandasnya.

Diketahui, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Perumpamaan itu nampaknya tengah dirasakan Ranky Safitri.

Baca Juga  Bens Leo Apresiasi Adanya Undang-Undang Tentang Hak Cipta

Orang tua murid dari salah satu SDN di Kota Bogor ini harus mengalami kejadian pahit, lantaran anaknya yang duduk di bangku Kelas 3 harus dikeluarkan secara tidak jelas oleh pihak sekolah dan proses pemindahan sekolah anaknya harus dilakukan secara mandiri atau sendiri. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.