Ini Isi Tanggapan Jaksa KPK atas Eksepsi Kuasa Hukum Ade Yasin

by -
Jaksa KPK Rony Yusuf saat ditemui Metropolitan.id, Senin (25/7). (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pada persidangan ketiga kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tanggapan dengan menolak eksepsi atau nota keberatan dari kuasa hukum Ade Yasin atas dakwaan.

Saat ditemui Metropolitan.id usai persidangan, JPU dari KPK Rony Yusuf mengatakan bahwa pihaknya memberikan tanggapan dengan menolak eksepsi dari kuasa hukum atas dakwaan dari KPK kepada Ade Yasin.

Menurut Yusuf, dari poin-poin eksepsi yang dilayangkan kuasa hukum Ade Yasin, semua ditanggapi dengan penolakan karena sudah masuk pokok perkara.

“Intinya tanggapan kita menolak eksepsi dari kuasa hukum terdakwa, Karena sudah masuk pokok perkara. Bahwa ada juga eksepsi yang masuk ke ranah pra-pradilan,” katanya di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Senin (25/7).

Menurutnya, tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi terdakwa yang ia bacakan menjelaskan bahwa apa yang disampaikan terdakwa dalam eksepsinya telah masuk ke pokok perkara dan masuk ke materi praperadilan.

Baca Juga  Kepala Perpusnas: Perpustakaan Jadi Ruang Belajar dan Berlatih Pelaku UMKM

“Bahwa kalau sudah ini, sudah masuk ke materi dakwaan. Karena eksepsi itu kan hanya mengenai pasal 156 KUHP, tidak masuk ke ranah persidangan,” jelas Rony.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ade Yasin, Dinalara Butar Butar menyebutkan bahwa pihaknya sengaja memasukkan bahasan pokok materi pada eksepsinya karena menanggap dakwaan dari jaksa tidak jelas dan tidak cermat.

“Di pembukaan eksepsi kita, kita katakan andaikan pun kita menyinggung pokok perkara adalah tujuannya untuk lebih menjelaskan memberikan informasi kepada hakim atas ketidakjelasan, ketidakcermatan dan ketidaklengkapan,” kata Dinalara.

Sebelumnya, persidangan kasus dugaan suap yang menyeret nama Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin memasuki sidang ketiga di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Senin (25/7).

Dalam persidangan yang digelar di ruang sidang IV R.Soebekti sejak pukul 09:30 WIB itu beragendakan pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas eksepsi atau nota keberatan dari kuasa hukum Ade Yasin atas dakwaan, yang disampaikan Rabu (20/7) lalu.

Baca Juga  Pemkot Depok Prediksi Puncak Mudik Hari Kamis

Pada persidangan ketiga ini, Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin kembali tidak dihadirkan dalam ruang sidang.Meskipun Ade Yasin dikabarkan sudah dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Rutan Kelas II Perempuan Bandung.

Saat persidangan, JPU dari KPK Rony Yusuf mengatakan bahwa pihaknya menolak semua eksepsi yang diajukan kuasa hukum Ade Yasin dan meminta persidangan kembali dilanjutkan.

Dalam eksepsi, ada beberapa hal yang diajukan.

Mulai dari patut diduga tidak adanya alat bukti hingga kronologis penangkapan Ade Yasin yang janggal dalam balutan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Diantaranya isi keberatan itu harusnya masuk dalam pembuktian pada persidangan nanti, atau pada pra-peradilan, bukan dalam eksepsi. Dengan demikian eksepsi (kuasa hukum Ade Yasin) ditolak, dikesampingan di mata hukum,” kata saat menyampaikan tanggapan eksepsi, Senin (25/7).

Baca Juga  Berikut Adalah Tips Adu Panco dari Agung Hercules

Dengan demikian, JPU dari KPK pun meminta majelis hakim untuk melanjutkan persidangan.

Beberapa alasannya seperti sudah memenuhi syarat formil atau acara hukum dakwaan sudah sah.

Lalu, meminta sidang dilanjutkan berdasarkan surat dakwaan dari JPU.

“(JPU KPK) meminta hakim menyatakan keberatan eksepsi (dari kuasa hukum). Sudah memenuhi syarat formil acara hukum dakwaan sudah sah. Kami menyatakan sidang ini dilajutkan berdasarkan surat dakwaan dari JPU. Kami minta majelis hakim melanjutkan persidangan,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih pun akan memutuskan dalam putusan sela.

“Sudah mendengar tanggapan eksepsi dari kuasa hukum, majelis hakim akan memutuskan (pada) putusan sela,” ucapnya.

Selain itu, majelis hakim memutuskan untuk sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan pada Senin (1/8) mendatang. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.