Jelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok di Sukabumi Meroket

by -

METROPOLITAN – Akibat permintaan naik jelang Idul Adha 1443 Hijriah, sejumlah harga bahan pokok penting (Bapokting) di beberapa pasar tradisional di Sukabumi men­galami kenaikan.

Kenaikan paling menonjol ada pada jenis komoditas cabai dan bawang. Bahkan, di bebe­rapa pasar ada komoditas cabai yang sudah menembus angka lebih dari Rp100 ribu per kilo­gram.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindu­strian (Diskumindag) Kota Sukabumi mencatat, berdasar­kan hasil monitoring di Pasar Tipar Gede dan Pasar Pelita pada Kamis (7/7), kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas cabai, bawang pu­tih dan bawang bombai. Se­mentara bawang merah ter­pantau belum mengalami kenaikan signifikan.

Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag Kota Sukabumi, Widya Yudha Setiawan, me­rinci komoditas cabai merah besar TW naik dari Rp90.000 jadi Rp92.000 per kilogram, cabai merah besar lokal naik dari Rp100.000 jadi Rp110.000 per kilogram, cabai hijau besar naik dari Rp30.000 jadi Rp37.000 per kilogram, cabai keriting merah naik dari Rp90.000 jadi Rp100.000 per kilogram, cabai keriting hijau naik dari Rp30.000 jadi Rp40.000 per kilogram, bawang putih naik dari Rp22.000 jadi Rp24.000 per kilogram dan bawang bombay naik dari Rp22.000 jadi Rp24.000 per kilogram.

Baca Juga  Kisruh PTSL Kelurahan Batuampar sampai ke Dewan

”Tomat kecil turun dari Rp20.000 jadi Rp18.000 per kilogram dan tomat besar turun dari Rp24.000 jadi Rp20.000 per kilogram. Sementara bawang merah jawa terpantau masih bertahan di harga Rp68.000 per kilogram. Sedangkan komodi­tas lainnya terpantau masih stabil,” terangnya. ”Fluktuasi harga terus kita pantau setiap hari untuk dilaporkan kepada pimpinan, termasuk ke pusat, dalam hal ini ke Kementerian Perdagangan,” ungkapnya.

Yudha menilai, kenaikan harga ini berkaitan dengan angka permintaan yang tinggi di pasaran namun pasokan terbatas. Di beberapa daerah, pemasok komoditas cabai dan bawang gagal panen, sehingga tak bisa memenuhi kebutuhan di beberapa pasar. Terlebih jelang Idul Adha, kebutuhan pasar cukup tinggi.

Baca Juga  Semua Program Mudik Gratis Dibatalkan

”Jadi, kita melihat antara supply and demand ada ke­timpangan yang cukup tinggi. Faktor cuaca terjadi gagal panen di daerah pemasok cabai. Di daerah lain curah hujannya masih cukup tinggi, sehingga hasil panen tidak maksimal. Apalagi, jelang hari raya me­mang selalu ada tren kenaikan harga. Ini bukan hanya terjadi di Sukabumi, secara nasional juga seperti ini,” bebernya.

Ia mengakui Kota Suka­bumi bukan daerah perta­nian yang memproduksi komoditas cabai atau bawang. Kalaupun ada petani cabai atau bawang, pasokannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kota Sukabumi.

”Aktivitas perdagangan bukan hanya melayani warga Kota Sukabumi. Tapi, kita terus berupaya agar harga bisa dite­kan. Kita laporkan update harga setiap hari sebagai bahan pertimbangan untuk pemang­ku kebijakan di pusat,” katanya.

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Bekasi, Tiga Tewas Termasuk Polisi

Berdasarkan pantauan di Pasar Semi Modern (PSM) Pa­labuhanratu Kabupaten Suka­bumi, harga cabai merah ke­riting dan cabai merah besar naik Rp10.000 per kilogram dari Rp80.000 pekan lalu kini tembus di angka Rp90.000 per kilogram. Sedangkan harga bawang merah dari Rp50.000 per kilogram, pekan ini naik Rp10.000 per kilogram men­jadi Rp60.000 per kilogram.

”Komoditas bumbu dapur yang mengalami kenaikan harga signifikan adalah cabai dan bawang merah. Kenaikan harga mulai terjadi sejak ke­marin. Hal itu akibat petani gagal panen, sehingga berdam­pak dengan naiknya harga jual dari petani distributor. Setelah Idul Adha biasanya harga kembali normal,” tutur petugas pencatat harga PSM Palabuhanratu, Maulana.(ms/ suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.