Kecelakaan Tragis di Cibubur, BPJS Ketenagakerjaan Terjunkan Tim Cepat Tanggap

by -

METROPOLITAN.ID-Sebuah kecelakaan tragis terjadi di jalan Transyogi Cibubur pada Senin sore lalu. Insiden berawal dari truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengalami rem blong dan menabrak beberapa kendaraan di depannya. Akibat dari peristiwa tersebut, sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka-luka.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) langsung menggerakkan tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) untuk menyisir kemungkinan adanya peserta yang turut menjadi korban.

Berdasarkan hasil penelusuran, teridentifikasi salah seorang korban luka atas nama Kunto Widyasmoro merupakan peserta aktif BPJAMSOSTEK.

Peserta yang berprofesi sebagai tenaga pengajar tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumahnya di daerah Cileungsi.

Namun naas, saat dirinya melintas di lokasi, terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan cedera pada wajah dan lengannya. Pasca kejadian korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata Cibubur yang merupakan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJAMSOSTEK untuk mendapatkan perawatan intensif.

Baca Juga  Underpass Bojonggede Dibangun 2020

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Roswita Nilakurnia datang langsung untuk memastikan LCT kecelakaan kerja terimplementasi dengan baik dan peserta mendapatkan perawatan yang terbaik.

“Kami atas nama manajemen BPJASOSTEK turut merasa prihatin atas kecelakaan yang dialami oleh para korban, khususnya bapak Kunto. Kami telah memastikan bahwa korban mengalami kecelakaan kerja, karena ruang lingkup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak hanya kecelakaan di tempat kerja, namun juga saat perjalanan menuju dan kembali dari tempat kerja,”terang Roswita awak media.

Roswita menjelaskan, peserta akan mendapatkan beragam manfaat diantaranya perawatan tanpa batas biaya hingga sembuh.

“Selain itu jika dalam masa pemulihan peserta tidak dapat bekerja, BPJAMSOSTEK juga memberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100 persen upah yang dilaporkan selama 12 bulan dan selanjutnya 50 persen upah hingga sembuh,” paparnya.

Baca Juga  Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Tempat Hiburan Kini Boleh Buka

Apabila peserta mengalami kecacatan, dirinya juga akan mendapatkan alat bantu (orthose) atau alat ganti (prothese), serta manfaat Return To Work (RTW) yaitu berupa pendampingan hingga pekerja dapat bekerja kembali.

Sementara itu, Wisnu Eko Pratono, perwakilan dari PT Extramarks Education Indonesia, tempat peserta bekerja juga turut mengucapkan apresiasinya terhadap kesigapan BPJAMSOSTEK.

“Kami berharap dengan perawatan maksimal yang telah diberikan dapat mempercepat proses penyembuhan untuk dapat segera kembali produktif,” paparnya.

Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi Dedi Mulyadi menuturkan bahwa risiko kecelakaan seperti ini dapat terjadi kepada saja, kapan dan di mana saja.

“Ini merupakan program dari pemerintah, dan diharapkan kepada seluruh pemberi kerja dan pekerja baik yang bekerja di sektor formal maupun sektor informal dapat menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan

Baca Juga  Pemerintah Perpanjang PPKM Demi Jaga Pengendalian Pandemi

“Dengan mengikuti program ini , pekerja dapat ketenangan, kenyamanan dan lebih produktif dalam bekerja karena sudah ada perlindungan dalam bekerja,” pungkasnya. (suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.