Menabur Optimisme Pemuda

by -
Oleh : Sapta Bela AlFaraby (Ketua DPD KNPI Kota Bogor)

Soekarno pernah mengatakan “Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. Dari kutipan tersebut kita disadarkan bahwa, kita harus berani dalam melakukan sesuatu entah itu untuk diri sendiri ataupun untuk negeri ini, karena kunci dari sebuah kemajuan adalah dengan beraninya kita dalam mengambil langkah dan sikap.

Pemuda sebagai generasi penerus bangsa hari ini harus mulai sadar dan meyakinkan dirinya bahwa, ada sebuah kekuatan besar yang terpendam dalam dirinya yang harus terpancar menjadi lentera bagi masyarakatnya. Pemuda harus sadar bahwa dia bagian dari aset terbesar bangsa sekaligus tumpuan harapan yang akan menegakkan kembali cita-cita bangsa ini. Pemuda memiliki kekuatan moral (moral force) dan kekuatan intelektual (intelegensia).

Dan kekuatan pemuda itu bagaikan percikan api yang menyala-nyala. Jika api itu dimanfaatkan dengan baik maka akan menguntungkan, jika api itu disalahgunakan maka api itu akan menghanguskan tanpa belas kasihan. Pemuda bebas mengekspresikan pendapat dan pikirannya. Pemuda dikenal independen dan tidak memiliki ketergantungan kepada siapa pun. Sebab, pemuda dapat berpikir dengan akal jernih, mampu menganalisis persoalan dan siap mempertanggung jawabkan setiap tindakan.

Namun, persoalan kini adalah ketika pemuda sebagai pewaris peradaban mulai malas terhadap persoalan sosial dan kebangsaan, lebih senang hiburan, rebahan dan malas untuk berinteraksi tukar pikiran. Jika generasi muda hari ini seperti itu maka sudah bisa kita prediksi Indonesia dimasa depan akan tertinggal oleh zaman. Jangankan untuk berkompetisi ditingkat dunia, ditingkat Asia pun bisa jadi kita bakal kelabakan.

Baca Juga  Pemuda Ajak Warga Jalan Sehat

Dalam sebuah buku “Rekonstruksi Pemuda” yang ditulis oleh Dr. Adhyaksa Dault, M.Si, dijelaskan bahwa, saat ini moral pemuda berada di titik nadir. Tercecernya sistem perbaikan moralitas bangsa yang tidak dikelola dengan manajerial yang baik telah menyebabkan permasalahan moral pemuda Indonesia menjadi semakin berlarut-larut. Salah satu masalah pemuda diantara-Nya berawal dari usia remaja dari pencarian jati diri.

Mereka mengalami krisis identitas karena dikelompokkan ke dalam anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar juga jika dikelompokkan ke dalam kelompok dewasa. Mungkin masalah ini bukan hanya terjadi di Indonesia bahkan di belahan dunia. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat maupun daerah harus bisa menemukan formulasi baru agar dimasa yang akan datang usia-usia remaja yang produktif tidak lagi kebingungan dalam pencarian jati dirinya, dan KNPI sebagai wadah anak muda siap untuk berkolaborasi dalam menjawab permasalahan yang ada.

Baca Juga  Imbau Pemuda Jauhi Narkoba dan Pergaulan Bebas

Karena Indonesia sudah memasuki Bonus Demografi yang dimana usia-usia produktif akan lebih banyak dibandingkan usia-usia yang tidak produktif. Bonus Demografi ini akan menjadi pisau bermata dua, jika dimanfaatkan dengan baik akan menjadi menguntungkan bagi Negara, jika tidak bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan menjadi permasalahan yang sangat besar. Karena banyak usia-usia produktif yang kehilangan kesempatan yang berujung pada sebuah meningkatnya angka pengangguran dan lainnya.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda hari ini harus sadar dengan kekuatan dalam diri kita seperti yang dikatakan Najwa Sihab “pemuda hari ini harus turun tangan, berkarya nyata menjawab semesta Indonesia”. Kita harus berkarya nyata mengantisipasi persoalan yang akan menjadi penghambat generasi muda, seperti peribahasa “sedia payung sebelum hujan”, tentu dengan spirit kebersamaan persoalan dimasa depan akan bisa kita selesaikan. Dan sebagai poin terakhir dari tulisan ini saya mengajak seluruh elemen pemuda begitu juga Pemerintah Daerah agar sama-sama kita meningkatkan :

Baca Juga  Upaya Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Mengantisipasi Dampak Kekeruhan Sungai Cikeas

1. Kualitas SDM dan Kuantitas SDM yang baik dan unggul
2. Meningkatkan peranan pemuda dalam Pembangunan kualitas SDM
3. Meningkatkan peran pemuda dalam dunia usaha dan pembangunan yang berkelanjutan.
4. Mewujudkan kebijakan kepemudaan yang serasi di berbagai bidang pembangunan.
5. Meningkatkan pendidikan dan keterampilan.
6. Meningkatkan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat.

#SaatnyaPemudaBangkit
#SPB
#SaPtaBela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *