Ortu Siswa Masih Bingung Cara Daftar Sekolah Online

by -

METROPOLITAN – Ratusan orang tua (ortu) calon pe­serta didik kebingungan saat melakukan pendaftaran Pe­nerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online hari pertama di SMPN 2 Citeu­reup, Kabupaten Bogor, Senin (4/7). “Dari 293 yang mendaf­tar, hampir 90 persennya mereka (orang tua, red) ma­sih kebingungan mendaftar secara online pada PPDB hari pertama ini,” terang Ke­tua Panitia SMAN 2 Citeu­reup, Marpudin.

Minimnya penguasaan tek­nologi, sambung Marpudin, menjadi kendala yang dial­ami orang tua siswa tersebut. Bahkan, beberapa di antara­nya juga tidak memiliki smart­phone atau fasilitas untuk mendaftar.

“Orang tua dari calon pe­serta didik di sini masih sangat awam mengenai tek­nologi. Bahkan, masih ba­nyak orang tua murid yang tidak punya HP. Jadi, solusi bagi mereka kita siapkan ru­angan untuk membantu ca­lon peserta didik melakukan pendaftaran PPDB sistem online ini,” terangnya.

Baca Juga  Belajar 9 Tahun Jadi Harga Mati

Marpudin menuturkan, pihaknya menerima 360 kuota untuk calon peserta didik melalui pendaftaran PPDB. “Kita mendapat kuo­ta dari Disdik Kabupaten Bogor hanya 360 bangku atau 10 rombongan belajar (rom­bel). Sedangkan yang sudah mendaftar di hari pertama saja sudah 293 pendaftar, namun yang sudah terveri­fikasi hanya 43 calon peser­ta didik,” paparnya.

Senada, Humas SMPN 2 Citeureup, Yoko, mengung­kapkan, pihaknya menerima beberapa jalur pendaftaran PPDB yang dimulai 4 sampai 8 Juli 2022 yang sudah diatur Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Pendaftaran PPDB kita buka jalur zonasi minimal 50 persen, jalur afirmasi mi­nimal 15 persen, jalur per­pindahan tugas maksimal 5 persen dan jalur prestasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupa­ten Bogor, Juanda Dimansyah, mengatakan, penerimaan peserta didik baru tidak ada yang berubah. Bahkan, krite­ria pada PPDB tahun ini pun sama seperti sebelumnya. Yakni, jalur zonasi, afirmasi, prestasi dan domisili. “Untuk jalur zonasi di jenjang SD pa­ling sedikit 70 persen dari daya tampung sekolah. Sedangkan jenjang SMP paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolahnya,” katanya.

Baca Juga  KETM TAK HARUS DITERIMA

Sedangkan untuk jalur afir­masi, Juanda menyebutkan jika setiap satuan pendidikan paling sedikit menerima 15 persen dari daya tampung sekolah. Sementara untuk perpindahan orang tua wali paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah. Sisanya untuk jalur prestasi diambil dari sisa kuota jika masih ada, dengan tetap memperhatikan siswa ber­prestasi.

“Untuk mempermudah masyarakat, PPDB dilakukan secara online. Tapi jika ada orang tua siswa yang kesuli­tan meng-upload berkas-berkas yang dibutuhkan di­perkenankan datang ke se­kolah yang dituju dan nanti­nya akan dibantu petugas,” paparnya.

Juanda menjelaskan, untuk kuota dari masing-masing sekolah pun berbeda, tergan­tung daya tampung sekolah. Seperti pada jenjang SMP setiap sekolah maksimal me­miliki sebelas rombongan belajar (rombel). “Untuk kuota keseluruhannya belum tahu kita, tergantung rombel dari setiap masing-masing sekolah. Karena daya tampung di setiap sekolah pun ber­beda,” katanya. (pkr/els/py)

Baca Juga  Nyawa Siswa SDN Bantarkemang 2 Terancam

Leave a Reply

Your email address will not be published.