Pengusaha Sebut Pabrik Kelapa Sawit Tutup Efek Susah Jual CPO

by -

METROPOLITAN – Tangki penyimpanan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sentral perkebunan sawit ham­pir penuh. Akibatnya, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mulai membatasi pembelian Tandan Buah Segar (TBS) milik pe­tani mandiri (non mitra).

Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Jambi Agus Rizal mengatakan, PKS sema­kin sulit menerima TBS pe­tani. Kalaupun diterima, harga TBS petani sangat rendah. Apalagi kondisi tangki penyim­panan CPO sudah penuh.

”Jadi kondisi saat ini yang kondisinya paling hancur itu selain TBS milik petani juga pabrik-pabrik kelapa sawit,” kata Agus Rizal.

Menurut Agus Rizal, penuh­nya tangki penyimpanan ini karena PKS sulit menjual CPO-nya. Kalau pun ada yang mem­beli, harganya sangat rendah. Kondisi ekspor yang belum normal juga memberikan pengaruh terhadap rendahnya harga TBS.

Baca Juga  Basreng Borju Andalkan Penjualan Online

Sementara itu, Ketua Ga­bungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Ca­bang Jambi Tidar Bagaskara mengatakan bahwa kondisi saat ini banyak tangki CPO milik PKS yang hampir penuh. Akibatnya, mereka tidak lagi membeli TBS milik petani swadaya atau mandiri.

Bahkan sudah ada empat PKS yang menghentikan operasinya karena tangki CPOnya benar-benar sudah penuh.

”Dari keempat PKS tersebut, satu milik anggota GAPKI dan yang tiga PKS bukan anggota GAPKI,” kata Tidar Bagaskara.

Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut, Tidar mengaku GAPKI Jambi telah beberapa kali melakukan per­temuan dengan unsur Pemerin­tah Provinsi Jambi. Menurut­nya, gubernur Jambi sangat mendukung untuk mencarikan solusi.

”Solusinya seandainya ada kesulitan di masalah transpor­tasi kapal angkutan, pak gu­bernur siap membantu ber­koordinasi ke Kemenhub. Kalau masalah pajak ekspor, dia siap berkomunikasi dengan Kemenkeu. Artinya di Pro­vinsi Jambi semuanya men­dukung bagaimana untuk meningkatkan harga TBS dan ekspor CPO kembali lancar. Namun semuanya kan regu­lasi ada di pemerintah pusat,” kata Tidar.

Baca Juga  Xiaomi Rilis Tiga Gawai Baru

Senada dengan Tidar, Ketua GAPKI Sumatera Barat Bambang Wiguritno menga­takan, tangki-tangki penyim­panan CPO di Sumatera Barat juga hampir penuh, bahkan beberapa minggu yang lalu ada yang sudah penuh se­hingga menghentikan opera­sinya. Karena berhenti ope­rasi, maka PKS tersebut tidak membeli TBS petani.

”Saat itu ada empat PKS yang menghentikan operasinya,” kata Bambang.

Menurut Bambang, PKS yang mempunyai kontrak dengan buyer CPO, tangkinya tidak penuh, masih ada space seki­tar 30%.

”Tapi tetap mengkhawatirkan karena ekspor sendiri kan se­benarnya masih tersendat. Itulah yang mengakibatkan harga TBS belum stabil,” tan­dasnya. (dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.