Persidangan Kedua Dugaan Kasus Suap Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Digelar Hari ini, Agenda Pembacaan Keberatan atas Dakwaan Jaksa

by -
Bupati Bogor Ade Yasin

METROPOLITAN.id – Persidangan dugaan kasus penyuapan yang melibatkan Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Rabu (20/7) pagi hari ini.

Dalam agenda persidangan kedua di Ruang Sidang I Kusumah Atmadja ini, kuasa hukum dijadwalkan bakal membacakan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ade Yasin sendiri dikabarkan kembali tidak akan dihadirkan secara langsung di persidangan dan akan dihadirkan secara daring.

Diketahui, pada persidangan perdana pekan lalu, Ade Yasin dihadirkan secara daring dari kantor KPK Jakarta.

Hal ini sempat dikeluhkan oleh kuasa hukum yang meminta Ade Yasin dihadirkan secara langsung di persidangan.

Baca Juga  Antisipasi Penimbunan Masker di Bogor, Polisi Lakukan Pemantauan

JPU dari KPK sendiri sudah membacakan dakwaan pada persidangan perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Rabu (13/7) lalu.

Hasilnya, kuasa hukum keberatan atas semua dakwaan JPU. Terkait pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 KUHP jo. pasal 64 ayat 1 KUHP.

Majelis hakim pun menunda persidangan untuk mendengarkan eksepsi kuasa hukum pada 20 Juni 2022 alias satu pekan setelah sidang pertama.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Ade Yasin, Roynald Pasaribu menegaskan bahwa penangkapan kliennya oleh KPK bukan merupakan operasi tangkap tangan, melainkan ‘operasi tangkap tidur’.

Baca Juga  Harga Vivo V5 Plus

“Persidangan ini dilatarbelakangi peristiwa tangkap tidur ya. Pada hari ini pun setelah pembacaan dilakukan jaksa penuntut umum KPK tidak ada disebutkan masalah operasi tangkap tangan tersebut,” ungkap Roynal kepada Metropolitan.id usai sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Rabu (13/7).

Menurutnya, saat penangkapan pada 27 April 2022 dini hari, Ade Yasin dijemput petugas KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas penangkapan beberapa pegawai Pemkab Bogor dan BPK, tanpa dilengkapi alat bukti yang merujuk atas perintah Ade Yasin.

“Sampai sekarang KPK tidak punya bukti rekaman atau apapun bahwa anak buahnya menyuap atas perintah Bu Ade Yasin. Itu hanya berupa keterangan dari tersangka lain,” tuturnya.

Baca Juga  Tempat Wisata Masih Tutup, Wisatawan Puncak Sasar Kebun Teh dan Lokasi Alam Terbuka

Saat ditemui Metropolitan.id usai sidang Rabu (13/7) lalu, Jaksa Penuntut Umum KPK, Roni Yusuf tidak membantah namun juga tidak membenarkan bahwa penangkapan Ade Yasin adalah bukan operasi tangkap tangan alias OTT.

“Itu pendapat mereka (kuasa hukum Ade Yasin) sendiri. Kita sesuai dengan alat bukti yang kita punya. Semua itu bisa berpendapat,” singkatnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *