Polisi Dalami Jenis Racun yang Tewaskan Kopda Muslimin

by -

Ogah Serahkan Diri ke Polisi, Kopda Muslimin Lebih Pilih Tewas Nenggak Racun

_______________________________

METROPOLITAN.id – Sepagi itu, tepatnya Kamis (28/7) pada pukul 05.30, rumah Mustakim di Kelurahan Trompo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), diketuk seseorang.

Begitu pintu dibuka, pria paruh baya itu menemukan putranya, Kopda Muslimin, yang sejak 10 hari terakhir diburu Polri dan TNI pulang.

Kopda Muslimin datang dengan mengendarai motor Yamaha Mio nopol AA 2703 NC.

Tanpa banyak bicara, ia masuk ke rumah orang tuanya itu dan menemui sang ibu, Rosiah.

Di depan orang tuanya, Muslimin meminta maaf atas segala kekisruhan yang telah dibuatnya.

”Setelah meminta maaf, Kopda M dituturi orang tuanya agar menyerahkan diri,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dikutp dari jawapos.com.

Setelah itu, sang bapak dan anak itu sempat terlibat pembicaraan cukup lama.

Setelah itu, Muslimin meminta izin untuk beristirahat di kamarnya. Tak lama berselang, Mustakim mendengar suara Muslimin sedang muntah-muntah. Kemudian, Muslimin berbaring di tempat tidur.

Baca Juga  Ekonomi Terus Digenjot, Kasus Covid-19 Terus Dikendalikan

”Di TKP ada muntahnya dan alat komunikasi yang sudah kami amankan,” jelasnya.

Sekitar pukul 07.00 Muslimin diperkirakan meninggal. Sejumlah barang bukti lainnya seperti gelas, botol plastik, sandal, bekas muntahan, serta pakaian Kopda Muslimin diamankan jajaran Polri dan TNI.

Setelah kejadian itu, rumah Mustakim-Rosiah dijaga ketat oleh aparat gabungan Polri dan TNI.

Jasad Kopda Muslimin langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Semarang untuk diotopsi.

Namun, hingga tadi malam TNI dan Polri belum bisa memastikan jenis racun yang ditenggak buron kasus percobaan pembunuhan terhadap istrinya, Rina Wulandari, tersebut.

Jenazah Muslimin tiba di RS Bhayangkara Semarang pada pukul 11.45 WIB.

Dari rumah duka di Kendal menuju RS Bhayangkara, jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans milik TNI dengan pengawalan ketat.

Terlihat, seorang laki-laki yang diduga kerabat Muslimin menangis saat turun dari mobil ambulans dan ikut masuk ke ruangan.

Baca Juga  OCBD Olympic Development Suntik Booster 500 Karyawan hingga Warga Bogor Utara

Pada pukul 16.45, Danpomdam IV/Diponegoro Kolonel CPM Rinoso Budi keluar ruangan dan memberikan keterangan kepada media.

”Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan kekerasan benda tajam atau tumpul. Dari pemeriksaan dalam, terdapat tanda mati lemas yang diduga karena penyakit pada otak atau keracunan,” paparnya.

Dibutuhkan pemeriksaan penunjang, yakni patologi dan anatomi, untuk mengetahui hasil lengkap pemeriksaan tersebut. Butuh waktu 2–4 pekan. Selain itu, diperlukan hasil pemeriksaan toksikologi untuk menentukan jenis racunnya.

”Jadi, sesuai dengan hasil temuan, sudah betul jenazah meninggal antara pukul 07.00–07.30,” terangnya.

Asintel Kodam IV/Diponegoro Kolonel (Inf) Wahyu menegaskan, meski Muslimin telah ditemukan, pihaknya akan terus melakukan penyidikan terhadap kasus ini.

”Barang bukti dan orang-orang yang melihat akan kami periksa,” tegasnya.

Setelah selesai dilakukan kepentingan otopsi, jenazah Kopda Muslimin yang berada di dalam peti dimasukkan ke mobil ambulans yang sama menuju rumah duka untuk dimakamkan.

Namun orangtua Kopda Muslimin meyakini anaknya meninggal bukan karena bunuh diri.

Baca Juga  HARRIS J SIAPKAN KONSER MINI DI JAKARTA

Dikutip dari tribunnews.com, Mustakim, ayah Kopda Muslimin mengatakan anaknya meninggal karena capek.

Keterangan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki usai melayat ke rumah orangtua Kopda Muslimin, di Gang Ademayem RT 02 RW 01, Kelurahan Trompo, Kamis (28/7/2022).

Basuki mengatakan, dirinya sempat berbicara cukup panjang dengan Mustakim.

Berdasarkan keterangan si ayah, Kopda Muslim datang ke rumah pukul 05.30 WIB.

Di hadapan orangtuanya, Muslimin mengaku khilaf atas perbuatannya dan sempat meminta maaf.

“Waktu itu, kata Mustakim, dirinya memaafkan semua kesalahan anaknya. Mustakim juga meminta kepada almarhum untuk menyerahkan diri,” tambah Basuki.

Setelah itu, jelas Basuki, almarhum masuk ke kamar. Ia muntah-muntah dan kemudian diketahui meninggal dunia.

Keluarga mengatakan, meninggalnya almarhum karena capek, dan tidak bunuh diri.

Tapi dari pihak keluarga, kata Basuki, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib, dan menunggu hasil otopsi. (jp/tib/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.