Pulang Ngerjain Tugas, Mahasiswa Disikat 3 Begal di Tajurhalang

by -
Foto: (Ilustrasi/Thinkstock)

METROPOLITAN.id – Aksi begal kembali terjadi di Jalan Raya Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Rabu (20/7) dini hari. Kali ini, seorang mahasiswa yang menjadi korban kejahatan jalanan tersebut.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Mohammad Risyal Firmansyah. Pria 20 tahun tersebut harus merelakan handphone dan motornya di tangan 3 orang begal usai tak kuasa melawan hingga sempat pingsan.

Aksi pembegalan tersebut terjadi sekira pukul 01.40 WIB. Saat itu, korban melintas di lokasi kejadian usai belajar kelompok di rumah temannya.

Korban bermaksud pulang ke Perumahan Inkopad, Sasakpanjang yang jaraknya sekira 4 kilometer dari lokasi pembegalan.

“Kita setiap paginya kan bangun sekitar jam 4 (dini hari), terus kita lihat ada yang roboh di sini, paralon kita roboh. Terus kita nanya ada apa, ternyata katanya habis ada begal semalam jam 2,” ujar Arnold sambil menunjuk ke lokasi pembegalan, Kamis (21/7).

Baca Juga  Ini Kronologi Hilangnya Uang Ratusan Juta Dalam Mobil, Sempat Pecah Ban Sebelum Kejadian

Setelah mendapat informasi tersebut, Arnold berinisiatif membuka rekaman CCTV. Dari situ, terlihat memang ada seseorang yang menjadi korban begal.

“Akhirnya saya buka CCTV, ternyata benar ada orang yang dibegal di situ, jadi orangnya 3 lawan 1,” ungkapnya.

Dari rekaman CCTV yang ia lihat, korban saat itu sedang melaju dari arah Tonjong. Saat di tikungan, terlihat 3 orang melakukan aksi begal dengan menendang korban.

Menurutnya, korban juga sempat mendatanginya dan meminta rekaman CCTV saat aksi pembegalan terjadi.

“Jadi beberapa yang saya lihat biasanya kalau mereka mau begal itu kejar-kejaran dari arah Parung. Orangnya yang korban pagi jam 5 dia ke sini, dia minta rekaman cctv, dan dia cerita kehilangan handphone juga, sama motor,” terang Arnold.

Baca Juga  SDN Jambu Luwuk 01 Siap Pertahankan Gelar

Saat itu, Arnold juga melihat ada luka di tubuh korban, tepatnya di bagian pelipis.

“Kalau ngga salah lukanya sebelah sini (sambil menunjuk area pelipis kiri. Mungkin gesekan waktu jatuh,” sambungnya.

Arnold menjelaskan, lokasi pembegalan memang terkenal cukup rawan. Tak jarang banyak pengemudi yang takut melintasi jalur tersebut saat kondisi sepi.

“Kalau dari dulu sampe sekarang, ceritanya si daerah sini dari Tonjong sampai ke sini ini selalu orang takut. Termasuk rawan sekali. Kalau dibilang mah saran kalau bisa ya di arah-arah situ lampunya diteranginlah,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *