Ridwan Kamil Ingin Bendungan di Puncak Bogor Bisa Jadi Tempat Wisata

by -

METROPOLITAN.id – Bendungan Ciawi dan Sukamahi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor disebut akan selesai dalam waktu dekat. Nantinya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menginginkan masyarakat bisa menikmati bendungan tersebut sebagai tempat wisata yang bisa menambah popularitas Kabupaten Bogor.

Ridwan Kamil menjelaskan, terkait pengelolaan, karena bendungan tersebut aset pemerintah pusat, maka akan dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Polanya, bisa dikelola sendiri, koperasi, atau dilelang ke pihak ketiga.

“Apapun itu aset ini tetap milik negara, hanya operatornya fleksibel sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Kang Emil usai meninjau dua bendungan tersebut, Senin (25/7).

Menurut Ridwan Kamil, karena berada di Kabupaten Bogor, bendungan tersebut tentunya memiliki pemandangannya sangat indah. Ia pun menitipkan agar bendungan tersebut nantinya ada nilai ekonomi pariwisata.

Baca Juga  Pengamat: Istilah Darurat Sipil Tidak Tepat, Cenderung Horor

“Sehingga ketika situasi airnya tidak ada dinamika, masyarakat bisa menikmatinya sebagai tempat wisata yang bisa menambah popularitas Kabupaten Bogor yang indah dalam hal pariwisata,” ungkapnya.

Ridwan Kamil menjelaskan, bendungan tidak identik dengan hal-hal yang sangat teknis, tapi juga hal-hal yang sangat visual yang membuat orang bangga melihat tempat yang luar biasa.

Nantinya, objek wisatanya bisa ditentukan oleh apa yang ada di area sekitar bendungan. Bagi Ridwan Kamil, pariwisata Kabupaten Bogor itu khas. Melihat pemandangan di Bogor yang indah saja sudah dianggap healing. Tinggal bagaimana nanti ketika orang berkunjung ke bendungan tersebut bisa juga menikmati kuliner.

“Sehingga orang pulang dari sini bisa senang dan punya memori positif, juga kenyang dengan makanan yang enak-enak,” harap Ridwan Kamil.

Baca Juga  Pakai Jas Hujan Rp10 Ribuan, Jokowi Tinjau Longsor Sambil Kehujanan

Dua bendungan tersebut merupakan proyek nasional di Jawa Barat untuk pengendalian banjir dan manajemen air.

Menurutnya, kehadiran dua bendungan ini bisa mengurangi volume air di Sungai Ciliwung yang melintas hingga Jakarta. Sehingga, saat musim hujan, bisa mengurangi potensi banjir, khusunya di Jakarta.

“Insyaallah dalam waktu dekat, di tahun ini segera selesai dan segera diresmikan oleh Pak Presiden. Saya bertugas untuk memastikan persiapan-persiapan, juga melaporkan kepada masyarakat,” ujar Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menegaskan, proyek senilai Rp1,6 triliun ini juga merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mengurangi kebencanaan air.

“Ini adalah dua dari sembilan bendungan yang dibangun di Jawa Barat dalam kepemimpinan Presiden Jokowi. Mudah-mudahan yang lainnya bisa segera selesai juga, sehingga manajemen air di Jawa Barat yang merupakan provinsi yang paling banyak sungainya bisa kita kelola dengan baik,” harap Ridwan Kamil.

Baca Juga  Ini Dia Wajah Baru Taman Sempur

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Bambang Heri Mulyono mengatakan, saat ini proses pembangunan bendungan tersebut sudah mencapai 87 persen. Diprediksi akan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

“Secara umum kendalanya adalah cuaca, karena di sini curah hujannya tinggi dan bangunan kita adalah timbunan tanah. Jadi kami harus mengontrol kadar airnya secara ketat,” terang Bambang.

Ia juga mengaku selalu berkoordinasi dengan semua pihak untuk menangani permasalahan yang ada, termasuk soal akses jalan.

“Kita berkoordinasi dengan warga sekitar dan pemerintah setempat,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.