Ridwan Kamil Minta Sanksi buat Pelaku Bullying Bocah SD hingga Tewas di Tasikmalaya : Sekolah juga Tanggung Jawab

by -
Gubenur Jabar Ridwan Kamil. (Foto:JPNN)

METROPOLITAN.id – Insiden tewasnya bocah Sekolah Dasar (SD) di Tasikmalaya,Jawa Barat, usai mengalami depresi setelah dipaksa menyetubuhi kucing oleh teman sepermainannya, terus menjadi perbincangan.

Salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang mengutuk keras kejadian tersebut. Ridwan Kamil dengan tegas meminta para pelaku tetap mendapatkan sanksi sesuai asas kemanusiaan dan peraturan.

Meskipun para pelaku masih anak-anak dan teman sepermainan korban yang baru berusia 11 tahun.

Selain itu, kata dia, seharusnya pihak sekolah bisa bertanggung jawab penuh atas kasus yang menimpa seorang muridnya tersebut.

“Saya mengutuk keras kejadian di Tasikmalaya ini. Tanggung jawab dari lingkungan terdekat yaitu sekolah, kepala sekolah, para guru, harus bertanggung jawab penuh karena orang tua menitipkan anaknya ke sekolah untuk dijaga, untuk edukasi,” katanya seperti dikutip dari tribunnews.com, Jumat (22/7).

Baca Juga  Valentine, Zaskia Gotik Minta Kado Rumah

Buatnya, orang tua di mana pun juga harus mampu mendidik anaknya menanamkan nilai-nilai karakter. Menurut Ridwan Kamil, ketika di rumah, orang tua adalah guru. Sedangkan di sekolah, guru adalah orang tua.

“Mudah-mudahan tidak terulang lagi dan tetap harus ada sanksi konsekuensi kepada yang melakukan, walaupun masih di bawah umur, tentu dengan azas-azas kepatutan kemanusiaan, tapi tetap harus ada pelajaran bagi mereka yang melakukannya,” ujarnya.

Ia pun sempat bercerita pengalamannya sebagai seorang anak yang pernah mengalami perundungan saat masih SMP. Kang Emil, sapaan karibnya pun merasakan betul rasanya di-bully.

“Saya adalah survivor (penyintas, red) dari bully zaman SMP. Pak gubernur ini korban bully, jadi saya merasakan betul rasanya di-bully. Oleh karena itu tanggung jawab paling utama adalah di lingkungan terdekat yaitu guru dari sekolah,” tegasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Manggis, Pemkab Lebak Gandeng Unpad

Di sisi lain, ia juga telah memerintahkan tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Jabar untuk menindaklanjuti dan melakukan pendampingan kasus bully tersebut.

Diketahui, Dunia pendidikan di Indonesia kembali tercoreng, setelah seorang bocah Sekolah Dasar (SD) di Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia akibat depresi.

Bocah nahas berinisial F itu dikabarkan mengalami perundungan dari teman-temannya, dengan cara dipaksa menyetubuhi kucing.

F menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD SMC Tasikmalaya.

Perundungan itu sempat divideokan dan akhirnya viral, sehingga F pun trauma dan mengalami penurunan kondisi psikis hingga depresi.

Insiden itu bermula saat F dipaksa teman-temannya untuk menyetubuhi kucing. Karena sudah sering di-bully, F pun menuruti perkataan mereka.

Adegan itu ternyata direkam di ponsel teman-temannya. Parahnya, video tersebut disebarkan dan menjadi viral.

Baca Juga  Bima Arya Lantik Komisioner KPAID Kota Bogor Baru

Dikutip dari suara.com, ibu korban, T (30) mengatakan, putranya tersebut dipaksa teman-temanya menyetubuhi kucing sambil ditonton dan diolok-olok.

“Sebelum kejadian itu, katanya suka dipukul-pukul oleh mereka. Puncaknya dipaksa begitu,” katanya.

F pun merasa trauma dan depresi. Karena kejadian itu, korban menjadi semakin murung dan tidak mau makan. Korban juga mengeluhkan sakit di tenggorokan.

“Seminggu sebelum meninggal, rekamannya itu menyebar. Dia pun di-bully teman-temannya makin menjadi. Anak saya jadi malu, tak mau makan minum. Bahkan melamun sampai dibawa ke rumah sakit dan meninggal saat perawatan,” tukas T.

Teman-teman D yang mem-bully-nya sempat datang ke rumah dan meminta maaf. Ibu korban pun mengatakan agar anak-anak itu tak melakukan hal tersebut ke anak lainnya. (tib/sua/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.