Siap-siap WFH Lagi, PPKM di Bogor Naik Jadi Level 2

by -
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. (Foto: Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bogor naik menjadi Level 2. Kebijakan Work From Home (WFH) kemungkinan kembali diterapkan.

Status PPKM ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 33 Tahun 2022 tentang PPKM Level 2 dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Perpanjangan PPKM ini berlaku per hari ini, Selasa 5 Juli hingga 1 Agustus 2022.

Mengacu pada Inmendagri tersebut, pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan maksimal 75 persen work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin. Artinya, 25 persen sisanya diberlakukan sistem WFH. Aturan tersebut juga berlaku di sektor esensial.

Itulah tadi saya sampaikan, maju mundurnya naik turun itu bagaimana kita. Kalau kita abai ya pasti naik. Kalau kita ketat ya bisa turun.

Baca Juga  Pengurus Gerindra Dibunuh Bareng Istrinya

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku sudah mendapat informasi soal kenaikan level PPKM di wilayahnya. Ia pun tak menutup kemungkinan akan kembali memberlakukan WFH di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sesuai arahan Inmendagri.

“Mungkin itu bisa jadi lagi (WFH), karena dalam level PPKM itu kan ada di Instruksi Menteri Dalam Negeri, yang memang ada yang boleh dan tidak boleh. Itu yang akan kami adopsi sesusai arahan Inmen itu,” ujar Iwan, Selasa (5/7).

Menurutnya, kenaikan status PPKM ini mengharuskan masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan (prokes). Iwan tak ingin ada kenaikan kasus yang signifikan di Bumi Tegar Beriman.

“Kita kan ada skalanya ya, kalau sekarang level 2, ya sudahlah kita mulai lagi pengetatan, dan mulai lagi bagaimana sosisalisasi pembatasan atau prokes yang harus diterapkan,” tegasnya.

Baca Juga  Anak Usia 5 Tahun Menikah dengan Sahabatnya, 6 Jam Kemudian Seluruh Keluarga Menangis

Menurutnya, kenaikan level ini memiliki konsekuensi terhadap kegiatan masyarakat. Jika ingin kegiatan-kegiatan kembali normal, masyarakat harus taat prokes untuk menghindari terjadinya penyebaran kasus Covid-19.

“Ya memang ada konsekuensi, kalau ketat juga kegiatan-kegiatan agak menurun, kalau abai atau longgar juga ya kegiatan ramai. Itu konsekuensi. Makanya ayo kita semua jangan sampai terlena, tetap waspada karena Covid-19 masih ada,” tandas Iwan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.