Urai Kemacetan, Jam Kerja di Jakarta Mau Diubah

by -

METROPOLITAN – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ja­karta, Ahmad Riza Patria, menanggapi usulan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya soal pengaturan jam masuk kerja bagi karyawan.

Riza mengatakan, Pemerin­tah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mempertimbang­kan usulan tersebut. ”Kita akan mempertimbangkan, nanti kita evaluasi, nanti kita disku­sikan, kita bahas, itu baru usu­lan,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Riza menjelaskan, usulan terkait pengaturan jam masuk kerja tidak dapat diputuskan secara sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta. Mengingat hal tersebut berhubungan dengan sektor pemerintahan lainnya, baik swasta maupun kemen­terian. ”Semua ini kan kebija­kan yang tidak mudah, tidak bisa diputuskan sepihak, ini perlu kerja sama semua. Saya pikir kebijakan ini perlu du­kungan dari pemerintah pusat, nanti akan kita diskusikan lah masalah ini ke depan,” tuturnya.

Baca Juga  Wah, Jalan Raya Bojonggede Saat Ini Tersendat Kemacetan

Riza menyampaikan bahwa masalah kemacetan di DKI Jakarta masih dalam proses evaluasi dari pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polda.

Ia mengklaim Pemprov DKI terus berupaya menyusun perencanaan yang kompre­hensif terkait transportasi publik di Jakarta. ”Sejauh ini Pemprov terus berupaya menyusun perencanaan yang komprehensif, melaksana­kan program-program ter­kait pengendalian transpor­tasi Jakarta, lalu lintas,” jelas Riza.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kom­bes Latif Usman, mengusulkan agar jam kantor di Jakarta diu­bah untuk mengurangi kema­cetan. Usulan ini berdasarkan hasil analisisnya terkait kema­cetan Jakarta pada pagi hari. Menurutnya, kemacetan di Jakarta disebabkan mobilitas pekerja hingga pelajar berang­kat pada jam yang bersamaan.

Baca Juga  Ojol Biang Kemacetan di Bogor

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, menolak usulan Latif Usman yang mengusulkan agar jam kantor di Jakarta diu­bah untuk mengurangi kema­cetan. Menurut Gilbert, hal tersebut justru membingung­kan.

”Ini agak membingungkan dan sifatnya situasional atau sementara,” kata Gilbert dalam keterangannya. Gilbert lantas mengungkit aturan jam seko­lah yang sebelumnya diatur menjadi lebih awal. Namun, Jakarta tetap macet, bahkan jadi kota terpolusi di dunia.

”Tentu faktor utama adalah jumlah kendaraan yang terus bertambah melebihi pertum­buhan jalan,” ujar Gilbert.(lip/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.