Wow! Mengandung Pestisida, Es Krim Haagen-Dazs Vanilla Ditarik dari Pasaran

by -

METROPOLITAN – Es krim rasa vanilla merek Haagen- Dazs ditarik dari peredaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Es krim ini ditarik dari pasaran gara-gara memiliki kadar Etilen Oksida (EtO) yang melebihi batas.

Untuk diketahui, EtO meru­pakan pestisida yang ber­fungsi sebagai fumigan. Te­muan residu EtO dalam pangan merupakan emerging issue (isu baru) yang dimulai dengan notifikasi oleh EURASFF pada 2020.

Sementara berdasarkan la­man sib3pop.menlhk.go.id, Etilen Oksida digunakan se­bagai fumigan untuk pangan dan tekstil, untuk sterilisasi peralatan kedokteran, serta sebagai fungisida pertanian.

Codex Allimentarius Com­mission (CAC) sebagai orga­nisasi internasional di bawah WHO/FAO belum mengatur batas maksimal residu EtO sehingga pengaturannya di tiap negara beragam.

Baca Juga  Cara Cerdas Jaga Rahasia Pribadi Di Dunia Maya

Produk yang ditarik adalah es krim rasa vanila merek Haagen-Dazs kemasan pint dan mini cup. Produk es krim dengan merek yang sama un­tuk kemasan 100 ml dan 473 ml yang diimpor dari Prancis terdaftar di BPOM dan beredar di Indonesia.

”Untuk melindungi masy­arakat, BPOM menginstruk­sikan importir untuk melaku­kan penarikan dari peredaran terhadap kedua produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen- Dazs tersebut dan memper­luas penarikan ke jenis kema­san lainnya, yaitu bulkcan (9,46 L),” bunyi pengumuman di website POM.

”Lebih lanjut, sebagai lang­kah kehati-hatian, BPOM juga menginstruksikan importir untuk menghentikan semen­tara peredaran/penjualan produk es krim merek Haagen- Dazs lainnya dengan kompo­sisi yang mengandung perisa vanila sampai produk tersebut dipastikan aman,” sambung­nya.

Baca Juga  Wow! Transaksi Shopee Meroket 130 Persen

BPOM mengawal dan me­mastikan penarikan dan/atau penghentian sementara pe­redaran/penjualan produk sebagaimana dalam lampiran dilakukan sesuai dengan pro­sedur yang berlaku. Untuk es krim merek Haagen-Dazs lain­nya yang terdaftar di BPOM tetap dapat beredar di Indo­nesia.

BPOM sedang berproses melakukan kajian kebijakan terkait EtO, termasuk meman­tau perkembangan terbaru terkait peraturan dan standar keamanan pangan interna­sional, serta melaksanakan sampling dan pengujian untuk mengetahui tingkat paparan­nya.

”Jika masyarakat menemukan produk es krim merek Haagen- Dazs dengan varian rasa va­nila dan/atau varian dengan komposisi mengandung pe­risa vanila tersebut masih beredar, agar melaporkan ke Badan POM melalui Contact Center HALOBPOM atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/ Loka POM di seluruh Indone­sia,” tandasnya. (dtk/eka/run)

Baca Juga  KODAK JUGA GARAP PASAR SMARTPHONE

Leave a Reply

Your email address will not be published.