169 Mahasiswa dari 12 Negara Ikuti Summer Course IPB University

by -

METROPOLITAN – Sekitar 169 mahasiswa dari Asia dan Eropa ikut bergabung dalam Summer Course Program 2022 yang digelar IPB University. Selain itu, ada pula belasan dosen dari berbagai pergu­ruan tinggi, lembaga dan in­stansi dari tujuh negara.

Dilansir dari laman resmi IPB Kamis (4/8), Departemen Tek­nik Mesin dan Biosistem Fa­kultas Teknologi Pertanian IPB University membuka secara resmi Summer Course Program 2022. Program ini mengusung tema ”Green Technology for Sustainable Tropical Agricul­ture”

Kegiatan yang digelar secara daring ini berlangsung sepu­luh hari, terhitung mulai 1 hingga 11 Agustus 2022. Ba­nyak agenda kegiatan menarik yang dikemas dalam program ini. Tak heran jika banyak ma­hasiswa dari berbagai negara tertarik mengikuti Summer Course Program 2022 oleh IPB.

Kegiatan ini mengundang sedikitnya 19 dosen dari ber­bagai perguruan tinggi, lem­baga dan instansi dari tujuh negara. Selain Indonesia, ke­tujuh negara tersebut antara lain Korea, Jepang, Malaysia, Singapura, Australia dan Re­publik Ceko.

Sembilan di antaranya mer­upakan dosen IPB University. Sementara sepuluh lainnya berasal dari Kementerian En­ergi dan Sumber Daya Mine­ral Republik Indonesia, Sher­pa Space Inc Korea, Univer­siti Putra Malaysia, The Uni­versity of Tokyo Jepang, Mur­doch University Australia, Czech University of Life Science dari Republik Ceko, Kyoto University Jepang, CV Frinska AgroLestari, Malaysian Palm Oil Board dan Singapore In­stitute of Technology.

Baca Juga  Kaderisasi dan Kolaborasi

Wakil Rektor IPB University Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni, Prof Dodik Ridho Nurrochmat, mengatakan, kegiatan ini merupakan lang­kah yang baik dalam membangun kolaborasi ber­sama berbagai institusi di dunia. Tema yang diambil kali ini bertujuan menyam­paikan isu terkini terkait per­tanian dan memperluas jeja­ring internasional.

”Walau Summer Course ini diadakan secara daring dengan berbagai keterbatasan, kita tetap bangga masih ada ratu­san mahasiswa yang tertarik mengikuti kegiatan ini dari 12 negara,” ujarnya.

Dengan jumlah peserta yang terbilang cukup banyak dan dari berbagai negara ini, di­harapkan Program Summer Course 2022 ini dapat mem­berikan dampak positif se­cara global. Selain itu, kegia­tan ini juga diharapkan bisa menjadi wadah untuk mem­perluas jejaring internasional. Waktu untuk Program Summer Course 2022 ini memang ter­batas, namun diharapkan diseminasi riset terkait perta­nian berkelanjutan bisa terus berlanjut.

Baca Juga  Niat Ibadah, Tiga Jemaat Dijemput Maut

MATERI SUMMER COUR­SE PROGRAM 2022

Ada beragam kegiatan dalam Program Summer Course 2022 ini. Pertama digelar pada 1 Agustus diisi dengan tiga ku­liah umum. Yakni, oleh Edi Wibowo dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mi­neral RI dengan materi ”Pro­gress and Challenges of Bio­energy in Indonesia”, Prof Kudang Boro Seminar dari IPB University dengan ma­teri ”PreciPalm: Precision Palm Using Remote Sensing Tech­nology” serta Arora Amarpreet Singh dari Sherpa Space Inc Korea dengan materi ”Smart Agriculture in Korea: From Lab to The Industrial Imple­mentation”.

Masing-masing dosen me­nyampaikan materi yang ber­kaitan dengan iklim, lingkungan dan sumber daya terbarukan. Seperti Edi Wibowo yang me­maparkan bahwa salah satu tujuan pengembangan bioen­ergi adalah untuk mencapai ketahanan iklim dan target penurunan emisi karbon 2060. Salah satunya melalui peng­elolaan energi yang berkela­njutan dengan menggunakan energi yang dapat terbarukan.

”Program pemerintah Indo­nesia merencanakan peng­gunaan bioenergi dan biofuel secara optimal untuk mendu­kung tujuan tersebut. Bioen­ergi ini akan mensubtitusi bahan bakar fosil di berbagai sektor kehidupan, salah satu­nya pertanian. Caranya dengan memanfaatkan limbah organik sebagai sumber bioenergi,” terangnya.

Baca Juga  Di Hadapan Ribuan Mahasiswa UMJ, Menko Airlangga Titipkan Pesan Penting

Ada beragam tantangan yang harus dihadapi untuk mewu­judkan perencanaan ini, se­perti terkait pendanaan, in­frastruktur hingga kekurangan akses terhadap teknologi ber­biaya rendah. Padahal jika dapat dimanfaatkan secara optimal, bioenergi ini akan memberikan nilai tambah melalui pertanian berkelanju­tan.

”Perguruan tinggi dapat men­dukung pengembangan bio­energi melalui berbagai macam riset dan inovasi. Saya menga­jak mahasiswa dari semua belahan dunia untuk mendo­rong energi hijau, karena ma­hasiswa merupakan agen paling efektif untuk mendorong konsep ini,” ujarnya.

Program Summer Course yang dilaksanakan mulai 1 hingga 11 Agustus 2022 ini diisi dengan berbagai kegia­tan menarik. Para peserta, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa, bisa ikut terjun langsung dan berinteraksi satu sama lain.

Berbagai kegiatan yang di­tawarkan, antara lain berupa kuliah umum, studi lapang, tur teknis, seminar dan dis­kusi grup terkait pertanian berkelanjutan. Partisipan yang bergabung dalam program ini sejumlah 169 mahasiswa sar­jana dan pascasarjana dari total 12 negara di Asia hingga Eropa. (*/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.