Astaga! Harga Semua Jenis Beras Kompak Naik

by -

METROPOLITAN – Inflasi pada Juli 2022 sebesar 4,94% menjadi rekor tertinggi sejak Oktober 2015. Naiknya sejum­lah harga komoditas dan harga yang dipatok pemerin­tah menjadi biang keroknya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga gabah dan beras di penggilingan untuk seluruh kualitas juga menga­lami kenaikan pada Juli 2022. Kenaikan tertinggi tercatat pada beras kualitas premium.

”Gabah petani, beras di peng­gilingan, beras di tingkat gro­sir, dan beras eceran semua­nya cenderung mengalami peningkatan. Hanya saja terjadi penurunan tipis di beras grosir,” kata Kepala BPS Margo Yuwono

Berdasarkan data BPS, rata-rata harga beras kualitas pre­mium di penggilingan sebe­sar Rp9.629 per kilogram (kg) atau naik 1,38% dibanding bulan sebelumnya, harga be­ras kualitas medium Rp9.092 per kg atau naik 0,93%, dan rata-rata harga beras luar kualitas sebesar Rp8.906 per kg atau naik 0,64%.

Baca Juga  Harga Beras Naik sampai Februari

Selama Juli 2022, rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp4.569 per kg atau naik 0,68% dan di tingkat penggilingan Rp4.682 per kg atau naik 0,71%. Harga ini dibandingkan dengan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani Rp5.210 per kg atau naik 1,19% dan di tingkat penggilingan Rp5.323 per kg atau naik 1,03%. Ber­beda dengan harga gabah luar kualitas di tingkat petani yang senilai Rp4.305 per kg atau naik 0,78% dan di tingkat penggilingan Rp4.412 per kg atau naik 0,88%.

BPS melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2022 sebesar 104,25. Nilai itu turun 1,61% dibanding bulan sebe­lumnya.

Baca Juga  Lion Air Group Pangkas 35 Persen Karyawan

Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 1,04%, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) menga­lami peningkatan sebesar 0,58%.

”Indeks harga yang diterima petani turun 1,04% di anta­ranya karena menurunnya harga kelapa sawit, jagung, karet dan kelapa. Sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami peningkatan se­besar 0,58% disebabkan ka­rena kenaikan beberapa ko­moditas di antaranya bawang merah, cabai merah, cabai rawit dan rokok kretek filter,” jelas Margo.

Jika dilihat menurut subsek­tor, NTP yang mengalami penurunan paling dalam be­rasal dari tanaman perkebu­nan rakyat (NTPR) dimana pada Juli 2022 turun 6,63%. Hal ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun 6,06%, sementara indeks harga yang harus dibayar pe­tani naik 0,61%.

Baca Juga  5.000 UMKM Bakal Di Beri Pendamping

Di sisi lain, subsektor holti­kultura masih mengalami pe­ningkatan pada Juli 2022 yakni sebesar 4,91%. Kenaikan ter­jadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat sebesar 5,48%, lebih besar dari kenaikan harga yang harus dibayar petani sebesar 0,55%.

Secara keseluruhan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Juli 2022 sebesar 105,47 atau turun 1,34% dibanding bulan sebelumnya.

”Hal ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun 1,04%, sementara indeks biaya produksi dan tambahan barang modal naik 0,30%,” tandasnya. (dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.