Berantas Peredaran Narkoba, BNNK Bogor Amankan Belasan Kilo Ganja, Sabu, hingga Ekstasi

by -

METROPOLITAN.id – Selama 7 bulan sejak Januari hingga Juli 2022, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Bogor. Hasilnya, belasan kilo ganja, sabu, hingga ekstasi berikut para tersangka diamankan.

Kepala BNNK Bogor, Moh Syabli Noer mengatakan, pengungkapan tersebut bersumber dari 10 laporan di wilayah kota dan Kabupaten Bogor.

“Selama tahun 2022, terhitung dari Januari hingga juli 2022, kami telah berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Bogor, baik itu peredaran narkotika jenis sabu, ganja maupun ekstasi atau inex,” ujar Syabli saat konferensi pers pengungkapan kasus di halaman kantor BNNK Bogor, Cibinong, Jumat (5/8).

Dalam pengungkapan tersebut, Seksi Pemberantasan BNNK Bogor berhasil mengamankan 11 orang tersangka di TKP dan waktu yang berbeda. Mereka yakni DS (32), MF (35), AH, MT (28), AK (39), IS (39), AN, AM, RF, JS dan JW.

Baca Juga  Jonggol Jadi Jalur Penyelundupan Motor Curian Sindikat Cianjur

“Di antara pengungkapan kasus tersebut, ada 2 kasus yang diungkap dengan metode penyidikan penyerahan di bawah pengawasan (controlled delivery) atau melalui pengiriman paket melalui jasa ekspedisi,” ujar Syabli saat konferensi pers pengungkapan kasus di halaman kantor BNNK Bogor, Cibinong, Jumat (5/8).

Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 11,460 kilogram ganja dengan nilai jual sekitar rp50 juta berhasil diamankan. Selain ganja, BNNK juga menyita 28,71 gram sabu dengan nilai jual sekitar Rp43 juta.

Selain itu, ada juga ekstasi atau inex yabg disita sebanyak lima butir.

Selanjutnya, para tersangka dikenakan Pasal 114 (2) jo Pasal 111 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar.

Ada juga yang dikenakan Pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda minimal Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Baca Juga  Tanah Longsor di Gunungbatu Bogor bikin Tiga Rumah Menggantung, Nyaris Ambruk

Di tempat yang sama, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyampaikan apresiasi dan dukungannya untuk BNNK Bogor yang telah menangkap 11 orang tersangka kasus narkoba selama Januari – Juli 2022. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendukung sepenuhnya upaya BNN dan Polres Bogor dalam memberantas narkoba.

“Karena hal ini juga menjadi komitmen Pemkab Bogor memerangi narkoba,” kata Iwan.

Selain itu, Pemkab Bogor juga terus menggalakkan program Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Dalam program tersebut, juga dibentuk tim fasilitasi pencegahan, pemberantasan narkoba dengan dukungan Forkopimda dan BNNK Bogor.

“Tim terpadu tersebut dimulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga keluranan/desa. Sehingga ke depan kita ingin menciptakan Kabupaten Bogor yang bersinar, bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Ini akan kami mulai dari aparat pemerintah daerah, dari mulai SKPD, dinas di tingkat kabupaten, lanjut ke kecamatan dan desa tanpa terkecuali. Mungkin nanti kita kerjasama dengan BNNK akan ada kegiatan tes narkoba,” ungkapnya.

Baca Juga  Update Covid-19 Kota Bogor,
Tiga PDP Pulang, PDP Bertambah 11 Orang

Selain itu, Pemkab Bogor juga terus berupaya memberikan dukungan anggarab untuk BNNK Bogor, salah satunya lewat hibah rutin tahunan. Di 2022, anggaran Dipa BNNK Bogor hanya untuk penanganan dua laporan kasus narkoba (LKN).

Sementara Pemkab Bogor memberi dukungan anggaran untuk 6 LKN tahun ini. Dari target tersebut, semua sudah terlampaui hingga menyentuh 10 LKN yang ditangani.

“Kami Pemkab Bogor sedang mengupayakan penambahan dana hibah dalam pengungkapan kasus. Bogor memang termasuk yang hibahnya besar untuk BNNK, kita tau juga jumlah penduduknya terbesar. Kita akan menghitung ulang untuk kebutuhan program Bogor Bersinar ini. Ini harus didukung seluruh stakeholder, termasuk dukungan anggaran,” tandas Iwan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.