Buntut Temuan BPK, Proyek Surken dan Masjid Agung juga Kelebihan Bayar Rp750 Juta, Bima: Masjid Agung Akhir Tahun Bisa Dipakai

by -

Di balik temuan Badan Pemeriksa Keu­angan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini memunculkan fakta baru. Teranyar, proyek pembangunan Jalan Suryakencana (Surken) dan Masjid Agung pada 2021 diketahui mengalami kelebihan pembaya­ran hingga Rp750 juta.

“IYA, untuk Masjid Agung (kelebihan pembayaran, red) Rp150 juta. Surken sudah lunas, Rp600 juta-an,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, ke­pada wartawan, Selasa (2/8).

Menurutnya, untuk pengem­balian kelebihan pembayaran proyek Masjid Agung sendiri ditarget selesai tahun ini. “Tar­get tahun ini beres semua. Orang yang Masjid Agung (terkena penyakit) stroke, jadi kita kasih waktu untuk bisa diselesaikan,” ujarnya. Diketahui, proyek bernama revitalisasi Masjid Agung pada tahun anggaran 2021 ini dikerjakan PT Gelora Megah Sejahtera. Adapun ang­garan pembangunan ini men­capai Rp32 miliar.

Baca Juga  Pembangunan Mesjid Agung Dicicil

Wali Kota Bogor, Bima Arya, langsung mengecek ke lokasi proyek pembangunan lanjutan Masjid Agung Kota Bogor yang menelan anggaran sebesar Rp25 miliar pada Selasa (2/8). Hasilnya, ia meyakini masjid yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu bisa kembali digunakan untuk beribadah akhir 2022.

“Pembangunan Masjid Agung kembali berlanjut. Tahun ini insyaAllah akan tuntas per 6 Desember 2022,” kata Bima Arya saat ditemui di Masjid Agung, Selasa (2/8). “Jadi nanti bisa digunakan sebagai tempat ibadah, karena lantai 1 akan selesai, interiornya, granit dan pherot. Insya Allah selesai, sudah bisa digunakan untuk ibadah,” sambungnya.

Meski begitu, sambung Bima, pada 2023 untuk Masjid Agung masih ada pengerjaan pembangunan. Di mana pe­kerjaan akan dilanjutkan ter­kait pembangunan fasad di luar bangunan, termasuk pe­masangan granit di lantai dua.

Baca Juga  Sidak Proyek Revitalisasi Masjid Agung, Dedie Rachim : Molor dari Target, Baru 31 Persen

Untuk memastikan pembangunan lanjutan Masjid Agung 2022 yang memakan waktu 180 hari selesai tepat waktu, ia memberikan atensi khusus kepada Dinas PUPR hingga kecamatan untuk me­monitor proyek pembangunan ini. Tujuannya agar jika ada persoalan teknis yang terjadi di kemudian hari, hal tersebut bisa langsung diantisipasi.

“Saya pastikan pekerja mak­simal, material tersedia. Saya titip supaya betul-betul diker­jakan dengan kualitas yang baik. Saya minta semua aten­si DPUPR, camat untuk moni­tor terus, supaya kalau ada persoalan teknis segera kita antisipasi, karena betul-betul ingin digunakan sebagai tem­pat ibadah,” tandasnya.

Sementara untuk kegiatan pembangunan yang akan di­kerjakan, di antaranya, pembangunan fasad depan tangga, pemasangan lantai granit di lantai 1, pemasangan interior di lantai 1, plafon hing­ga pinroof. Sedangkan proyek peningkatan Jalan Suryaken­cana/kawasan Suryakencana dikerjakan PT Tri Manunggal Karya, dengan anggaran men­capai Rp30 miliar.

Baca Juga  Pembangunan Masjid Agung Berlanjut, Bima Arya Optimistis Desember 2022 Bisa Dipakai Beribadah

Sebelumnya, kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini terus berlanjut. Selain proyek pembangunan gedung Per­pustakaan Daerah Kota Bogor 2021 dan proyek pembangunan Alun-Alun Kota Bogor 2021 yang kelebihan pembayaran, proyek pembangunan Sekolah Satu Atap SD dan SMP di Ke­lurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal juga mengalami hal serupa.(rez/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.