Dihadirkan Sebagai Saksi KPK dalam Kasus Ade Yasin, Pejabat PUPR Bogor Mentahkan Tudingan Jaksa

by -
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Soebiantoro menjadi salah satu saksi di persidangan kasus dugaan suap di PN Tipikor Bandung, Rabu (10/8). (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Persidangan lanjutan kasus dugaan suap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, Rabu (10/8).

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan enam pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor sebagai saksi guna mengupas pengumpulan dana dan kaitannya dengan Bupati non aktif Ade Yasin.

Menariknya, salah satu saksi yang dihadirkan, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor Soebiantoro seringkali mementahkan tudingan atau pertanyaan yang dilontarkan jaksa KPK.

Salah satunya saat ia dicecar tentang kaitan pemberian uang dari pemkab kepada BPK.

“Saya tidak tahu,” kata Soebiantoro saat persidangan, Rabu (10/8).

Baca Juga  Nyawa Bocah 11 Tahun Tak Tertolong Usai Dipatuk Ular yang Diajaknya Bermain-main

“Masak’ anda tidak mendapat laporan?” timpal salah satu jaksa KPK, Rony Yusuf.

Menanggapi pertanyaan jaksa KPK, Soebiantoro pun menjawab bahwa dirinya hanya mendapat laporan terkait tahapan-tahapan proyek yang sedang berjalan atau sudah selesai

“Yang dilaporkan adalah tahapan proyek,” jawabnya.

Selain itu, jaksa KPK juga sempat ‘menjebak’ saksi dengan pertanyaan tentang peristiwa pertemuan yang dituding sebagai forum pelaporan pengumpulan uang.

Hal itu dijawab oleh Soebiantoro.

“Itu forum untuk memberi arahan untuk angkutan Lebaran,” tukasnya.

Hal itu dikuatkan oleh saksi lainnya, yakni Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Gantra Lenggana.

“Betul Yang Mulia,” jawabnya.

Sebelumnya, persidangan kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, Rabu (10/8).

Baca Juga  Truk Tronton Seruduk Ruko, Kios dan Minimarket di Cileungsi Bogor

Di mana enam pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mulai dari Kepala Dinas PUPR Soebiantoro, Staf Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Iwan Setiawan dan Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Gantra Lenggana.

Lalu, Kepala Seksi (Kasi) Bina Teknik Jalan dan Jembatan Khairul Amarullah, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Krisman Nugraha serta Kepala Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air R Nur Cahya.

Enam orang saksi tersebut dihadirkan untuk empat terdakwa, yakni Bupati nonaktif Ade Yasin, Kasubag Kasda Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ihsan Ayatullah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Adam Maulana, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Rizki Tufik Hidayat.

Baca Juga  Kasus Covid Terus Meningkat, Kota Bogor Aktifkan Kembali Gerakan Tutup Portal di Kampung

Pantaun Metropolitan.id, persidangan di Ruang Sidang IV R Soebekti itu dimulai sejak pukul 10:00 WIB.

Sejauh ini, jaksa KPK sudah menghadirkan 11 saksi pada dua kali agenda sidang pembuktian saksi-saksi dala sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih itu. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.