Dinilai Abai Keselamatan Pengendara, Warga hingga Dewan Kritisi Pengecoran Jalan Atma Asnawi

by -

METROPOLITAN.id – Proyek rehabilitasi ruas jalan Atma Asnawi di Kecamatan Gunungsindur dikritisi warga hingga anggota DPRD Kabupaten Bogor. Musababnya, proyek tersebut dinilai abai akan keselamatan pengendara.

Jalan tersebut sudah digali para pekerja dan menjadi berlubang dan bergelombang. Jika hujan, kondisi semakin parag karena jalanan becek dan berlumpur sehingga cukup licin.

“parah banget kondisinya, kalau nggak pintar – pintar pilih jalan, mobil maupun sepeda motor bisa nyangkut mesinnya. Mobil saya juga pernah nyangkut di situ karena lubang yang terlalu dalam. Lokasi persisnya sebelum perempatan Prungpung,” keluh salah seorang pengendara, Yusmansyah, Senin (15/8).

Ia juga mengaku sempat melihat ada pengendara yang langsung protes ke petugas proyek rehabilitasi jalan tersebut.

Baca Juga  Jokowi Turun Langsung Memastikan Progres Proyek Rusun Santri

Saat itu, ia juga ikut menyampaikan langsung keluhannya kepada petugas proyek. Akan tetapi, mereka seakan santai saja.

“Masyarakat bukan kesal dengan lama nya pengerjaan proyek, tapi warga kesal dengan jalan yang sudah digali namun tidak diratakan kembali agar pengendara nyaman dan terjaga keselamatannya. Seharusnya pelaksana pekerjaan proyek jalan ini peka harus berbuat apa. Kami minta mereka bekerja profesional, serta memikirkan juga keselamatan warga,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan warga, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Edi Kusmana Surya Atmaja meminta pihak penyedia jasa proyek tender itu bekerja lebih teliti serta lebih profesional.

Seharusnya, pihak kontraktor penyedia jasa memikirkan juga keselamatan para pengguna jalan dengan cara mengambil langkah-langkah antisipasi. Sehingga walau keadaan kurang nyaman, tetap terjamin keselamatan warga.

Baca Juga  Ayah Tiri Jadi Tersangka Pembunuh Bocah Cikeas

Ia juga meminta pengerjaan proyek rehabilitasi jalan dapat bekerja secara profesional, tepat waktu serta memperhatikan sisi kualitas hasil pekerjaan dan keselamatan warga masyarakat pengguna jalan.

“Inikan proyek tender APBD Kabupaten Bogor, uangnya dari rakyat, jadi proses dan hasil kerjanya harus mengutamakan kepentingan rakyat. Saya minta juga agar pihak konsutan pengawas serta Dinas PUPR dapat memperhatikan secara baik pelaksanan proyek jalan ini,” tandasnya. (sir/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.