DPRD Minta Tahun 2023 Jadi Tahun Terakhir ‘Mencicil’ Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

by -
Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin. (Dok. Humpro DPRD Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Ditengah fakta temuan kelebihan bayar Rp150 juta pada proyek pembangunan Masjid Agung dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor disebut bakal kembali mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan proyek Masjid Agung untuk 2023.

Anggaran yang diajukan pun tak tanggung-tanggung, yakni sebesar Rp39,2 miliar.

Hal itu terkuak saat DPRD Kota Bogor saat ini tengah melakukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2023.

Salah satu anggaran yang menjadi sorotan adalah anggaran untuk lanjutan pembangunan Masjid Agung yang menelan biaya Rp39,2 miliar.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin pun mewanti-wanti dan meminta jaminan kepada Pemkot Bogor agar pembangunan Masjid Agung selesai pada tahun lalu atau menjadi tahun terakhir penganggaran ‘mencicil’ proyek Masjid Agung Kota Bogor.

Baca Juga  Jaksa KPK Ogah Beberkan Nama Saksi-Saksi dalam Persidangan Lanjutan Ade Yasin

“Kami bukannya tidak mau menganggarkan. Tapi kalau berkaca tahun-tahun sebelumnya, kami selalu hanya mendapat janji bahwa pembangunan akan selesai. Ini sudah terjadi sejak 2016, maka kami di DPRD meminta jaminan ke Pemkot Bogor bahwa tahun depan itu pembangunan sudah selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya, belum lama ini.

Diketahui, pengajuan anggaran Rp39,2 miliar oleh Pemkot Bogor digunakan untuk beberapa item. Diantaranya Rp35 miliar untuk pekerjaan fisik konstruksi, lalu Rp1,2 miliar untuk jasa konsultasi pengawasan dan Rp3 miliar untuk pengadaan perlengkapan masjid Rp3 miliar.

Kang JM, sapaannya mengaku akan mengawasi ketat penggunaan anggaran dan pembangunan Masjid Agung agar tidak terjadi kesalahan dan keterlambatan pengerjaan yang bisa merugikan masyarakat.

“Kalau terjadi kelalaian dalam pengerjaan kan yang dirugikan masyarakat. Maka kami di DPRD Kota Bogor akan mengawasi secara ketat penyelesaian masjid agung ini,” tukasnya.

Baca Juga  Pemasangan CCTV di TPS Dinilai Pemborosan

Selain itu, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menuturkan bahwa DPRD menginginkan ada laporan tertulis yang menjelaskan proses perjalanan pembangunan Masjid Agung.

Ia berharap tidak ada tumpang tindih pekerjaan antar tahun yang sudah berjalan. Sehingga anggarannya memang benar-benar efektif dan optimal.

“Kami minta laporan tertulis terkait pelaksanaan pembangunan sekaligus dengan rencana anggaran dan realisasinya. Jangan sampai akhirnya memakan anggaran yang jauh lebih besar dibanding rencana awal akibat molornya pekerjaan tiap tahunnya,” ujar Atang.

Seharusnya, kata dia, pembangunan Masjid Agung Kota Bogor dikerjakan melalui skema multiyears seperti yang telah disarankan DPRD di akhir 2021 lalu.

Selaku ketua Badan Anggaran (Banggar), pihaknya mendorong agar di APBD 2020 dianggarkan pembangunan Masjid Agung yang sempat molor pada pembahasan awal, karena sebelumnya tidak diusulkan.

“Namun sayang tidak diserap maksimal. Di APBD 2021 dan 2022 juga kita bersepakat anggarkan lagi. Sayangnya, pekerjaan molor. Kita minta agar hal-hal tersebut tidak terulang lagi”, pungkas Atang.

Baca Juga  Baznas Kota Bogor Bagikan 100 Box Takjil Bagi Mustahik Perhari

Pada tahun anggaran 2020 DPRD Kota Bogor sudah menganggarkan Rp15 miliar untuk kelanjutan Masjid Agung namun hanya terserap Rp6,6 miliar.

Lalu pada APBD 2021, DPRD Kota Bogor bersama TAPD menganggarkan Rp31,4 miliar dan pada APBD 2022 ini dianggarkan Rp26 miliar.

Sebelumnya, dibalik temuan Badan Pemeriksa Keu­angan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor 2021 yang belum diselesaikan, memunculkan fakta bahwa proyek pembangunan Masjid Agung mengalami kelebihan bayar sebesar Rp150 juta.

“Iya, untuk Masjid Agung (ada kelebihan pembayaran, red) Rp150 juta. Surken sudah lunas, Rp600 juta-an,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *