Giliran Pejabat Dinas PUPR Bogor Dihadirkan KPK Jadi Saksi Kasus Ade Yasin

by -
Kepala dinas dan pegawai PUPR Kabupaten Bogor disumpah saat jadi saksi persidangan kasus suap yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, di PN Tipikor Bandung, Rabu (10/8). (Foto:Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Persidangan kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, Rabu (10/8).

Di mana enam orang mulai dari pejabat dan pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mulai dari Kepala Dinas PUPR Soebiantoro, Staf Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Iwan Setiawan dan Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Gantra Lenggana.

Lalu, Kepala Seksi (Kasi) Bina Teknik Jalan dan Jembatan Khairul Amarullah, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Krisman Nugraha serta Kepala Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air R Nur Cahya.

Baca Juga  KPK Tahan Mantan Bupati Bogor 20 Hari

Enam orang saksi tersebut dihadirkan untuk empat terdakwa, yakni Bupati nonaktif Ade Yasin, Kasubag Kasda Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ihsan Ayatullah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Adam Maulana, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Rizki Tufik Hidayat.

Pantaun Metropolitan.id, persidangan di Ruang Sidang IV R Soebekti itu dimulai sejak pukul 10:00 WIB.

Sejauh ini, jaksa KPK sudah menghadirkan 11 saksi pada dua kali agenda sidang pembuktian saksi-saksi dala sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih itu.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan menghadirkan sedikitnya 35 sampai 40 orang saksi pada agenda sidang pembuktian.

Baca Juga  Besok Pagi, KPK Bawa Hakim JP ke Jakarta

Saksi-saksi tersebut terdiri dari pegawai lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, pegawai BPK RI Perwakilan Jawa Barat dan beberapa pengusaha.

Sebelumnya, Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin melalui kuasa hukumnya, Dinalara Butar Butar optimis akan membuktikan bahwa tidak terlibat dalam perkara dugaan suap terhadap pegawai BPK RI Perwakilan Jawa Barat.

“Kami sangat optimistis bisa membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah dalam perkara ini,” ujarnya.

Meskipun eksepsi atau nota keberatan terdakwa tidak diterima oleh majelis hakim, pihaknya meyakini bahwa hakim akan objektif dan menjunjung tinggi keadilan.

Ia percaya diri saksi-saksi yang dihadirkan akan mengungkap ketidakterlibatan Ade Yasin.

Terlebih, menurutnya KPK tidak memiliki alat bukti saat menyeret kliennya ke perkara dugaan suap terhadap pegawai BPK. (ryn)

Baca Juga  Satu Bangku SMA Dijual Rp15 Juta?

Leave a Reply

Your email address will not be published.