Ikhtiar Ketua Komisi III DPRD Pegang Prinsip Waluya, Ubah Tangisan Warga Jadi Senyuman

by -

Eka Wardhana tercatat sebagai anggota DPRD Kota Bogor sejak 2014 dari Fraksi Golkar. Ia sukses mempertahankan suara di daerah pemilihannya hingga dipercaya dua periode.

SELAIN rajin menjalin silaturahmi, Eka juga memegang prinsip ‘Waluya’. Keduanya menjadi jurus ampuh dalam menjaga konstituennya tetap setia.

“Saya punya prinsip ‘Waluya’ yang artinya waktu dibutuhkan selalu ada. Ini hal yang mungkin tidak banyak dilakukan dewan lainnya karena kesibukannya,” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana.

Salah satu kerja nyatanya adalah memberikan advokasi khusus warga miskin yang membutuhkan pertolongan. Setiap selesai Subuh, ia mempersilakan bila ada warga yang datang ke rumah. Apalagi di kantornya di DPRD Kota Bogor. Dengan ruangan yang lebih luas dari anggota lainnya, ia dengan sukacita membuka pintu bagi tamu sebanyak-banyaknya.

Baca Juga  Ketua DPRD Ajak Kaum Milenial Tertib Berkendara

“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan punya ambulans dan setiap orang berkesempatan menggunakan itu. Di mobil ambulans, saya tempel nomor telepon pribadi. Siapa pun boleh telepon kalau membutuhkan layanan atau sekadar menyapa. Silakan,” tuturnya saat berbincang santai di Rumah Kreatif Metropolitan, baru-baru ini.

Pria yang sejak kelas empat SD sudah bercita-cita menjadi anggota DPRD itu mengaku sangat menikmati kegiatannya menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Bogor.

Bahkan, ia juga aktif dalam kegiatan sosial bersama Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Jawa Barat.

Menurutnya, sebagian orang yang dilahirkan dalam kondisi keluarga mapan tidak akan menyentuh akar permasalahan di bawah. Sementara dirinya pernah merasakan pahit getir kehidupan saat ekonomi keluarganya terpuruk. Ia harus menanggung beban berat di pundak. Hingga rela berjualan apa pun untuk membantu keluarga.

Baca Juga  Gelar Reses, DPRD Kota Bogor Serap Aspirasi Warga Pasca Kenaikan BBM

“Waktu itu kehidupan saya memang dihadapkan pada kondisi yang sangat sulit. Sampai mau disunat saja dulu harus ikut sunatan massal. Jadi, saya merasakan betul kebutuhan masyarakat bawah untuk yang namanya layanan kesehatan, pendidikan. Giliran sekarang sudah duduk di DPRD, ketika kita bisa mengubah tangisan seseorang menjadi senyuman, di situlah Allah sayang sama kita,” urainya.

Di Komisi III saat ini, pihaknya juga tengah mendorong agar program Pemkot Bogor bisa berjalan sesuai rencana. Termasuk salah satunya pembangunan Jalan R3 dan proyek Masjid Agung.

“Kebetulan saya bermukim di wilayah R3. Pemkot Bogor mendorong pembangunan R3 segera selesai. Begitu juga dengan Masjid Agung yang akan menjadi ikon Kota Bogor,” pungkasnya. (feb/py)

Baca Juga  Soal PTSL, Ketua Komisi A DPRD Jakarta Siap Bentuk Pansus

Leave a Reply

Your email address will not be published.