Jadi Saksi Kasus Ade Yasin dan Dicecar 30 Pertanyaan, Sekda Burhanudin Bantah Dakwaan Jaksa KPK

by -
Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin saat menghadiri sidang kasus dugaan suap Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin sebagai saksi, di PN Tipikor Bandung, Rabu (3/8) lalu. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Persidangan lanjutan kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di PN Tipikor, Rabu (3/8) lalu, menguak fakta baru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin yang dihadirkan sebagai saksi dari jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang tersebut, mematahkan dakwaan.

Dalam dakwaannya kepada terdakwa Ade Yasin, jaksa KPK menyebut opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pemkab Bogor untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) yang berasal dari pemerintah pusat (APBN).

Saat persidangan, Burhanudin justru mementahkan dakwaan itu.

“Informasinya pak awal-awal. Awal-awal saja pak, (tapi) saya tidak tahu kapannya karena memang saya belum jadi sekda. Informasi awal-awal itu kalau (pemda) yang ada WTP itu, akan mendapat insentif. Nah tapi kesini-nya nggak ada. Selama saya jadi sekda, mau WDP (Wajar Dengan Pengecualian, red) atau WTP, tidak ada impact langsung materi,” katanya menjawab pertanyaan Jaksa KPK saat persidangan.

Baca Juga  Khawatir Lonjakan Omicron, Pemkot Belum Berani Buka Alun-alun Kota Bogor

Dalam persidangan, Jaksa KPK Budiman Abdul Karib juga menanyakan siapa yang paling berkepentingan terhadap opini WTP dari BPK RI.

“Izin pak, kalau saya melihat, karena pintu masuknya di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, red), tentu target kinerja BPKAD tercapai. Karena IKU (Indikator Kinerja Utama) ada di BPKAD,” tandas Burhan.

Selain itu, Burhanudin juga mementahkan tudingan keterlibatan Ade Yasin dalam dugaan suap untuk memperoleh opini WTP.

Metropolitan.id mencatat, Burhanudin dicecar setidaknya 30 pertanyaan, baik dari majelis hakim hingga jaksa KPK.

”Secara khusus tidak ada (permintaan khusus dari bu­pati, red). Misalnya saya dip­anggil empat mata di ruangan­nya, tidak,” kata Burhanudin.

Baca Juga  PNS Bogor Korupsi Duit Bantuan Bencana, Plt Bupati Bogor: Orang Begitu Pasti Kena Karma

Burhanudin menyebut bahwa Ade Yasin hanya meminta anak buahnya mempertahankan predikat WTP, ketika rapat ko­ordinasi evaluasi program dan serapan anggaran di awal tahun.

”Seperti di beberapa kegia­tan (rapat koordinasi, red) disampaikan. Mau WTP atau WDP (Wajar Dengan Peng­ecualian, red), kalau ada te­muan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tetap harus ditindaklanjuti,” ujar Burhan.

Sebelumnya, lima pejabat teras di Bumi Tegar Beriman diambil sumpahnya di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, Rabu (3/8).

Selama berjam-jam, kelimanya harus duduk di kursi panas sebagai saksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap yang melilit Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin.

Yakni kepala Badan Pengelo­laan Keuangan dan Aset Dae­rah (BPKAD) Kabupaten Bogor Teuku Mulya, Sekretaris BPKAD Kabupaten Bogor Andri Hadian, Kepala Bidang Akuntansi dan Teknologi In­formasi BPKAD Kabupaten Bogor Wiwin Yeti Heryati, dan Subkoordinator Pelaporan Dinas BPKAD Kabupaten Bogor Hany Lesmanawaty dan Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin.

Baca Juga  Kronologi Oknum Satpol PP Halangi Mobil Ambulans Saat Bawa Pasien, Ngotot Tak Beri Jalan

Sidang dimulai di Ruang Sidang IV R Soebekti sejak pukul 10:30 WIB dan baru selesai sekitar pukul 21:20 WIB.

Di akhir sidang, sekitar pu­kul 21:20 WIB atau majelis hakim memutuskan menun­da sidang dan dilanjutkan pada Senin (8/8), dengan agenda mendengarkan kete­rangan saksi dari KPK.

Sementara itu, kuasa hukum Ade Yasin, Dinalara Butar Butar, sangat optimis bisa membuktikan bahwa Ade Yasin tidak bersalah dalam perkara dugaan pemberian suap Rp1,9 miliar kepada BPK RI perwakilan Jabar.

“Kami sangat optimis mem­buktikan Ade Yasin tidak ter­libat, tidak bersalah dalam perkara ini. Nanti akan kita buka pada saat pembuktian,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *