Jadi Tersangka Korupsi Dana Kebencanaan, Sumardi Sekretaris Disdagin Mangkir dari Panggilan Penyidik

by -
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Agustian Sunaryo.

METROPOLITAN.id – Tersangka kasus korupsi dana kebencanaan pada 2017 Sumardi yang juga Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, mangkir dari pemeriksaan yang telah dijadwalkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor.

Diketahui, terdapat dua tersangka dalam kasus ini, yakni Sumardi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, sedangkan tersangka lainnya yaitu Suhendra sebagai pegawai kontrak di BPBD Kabupaten Bogor.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Agustian Sunaryo, mengungkapkan, hari ini tersangka Sumardi tidak memenuhi pemanggilan pertamanya sebagai tersangka di Kejari Kabupaten Bogor. Ia mangkir dengan alasan sakit dengan bukti mengirimkan surat keterangan sakit dari sebuah rumah sakit.

“Jadi memang seharusnya hari ini hadir, karena sudah kami panggil, kemudian pengacaranya menyampaikan bahwa yang bersangkutan sakit,” kata Agustian.

Baca Juga  Gcr Dan Ecovillage Pelangi Sulap Sampah Jadi Pupuk

Pihaknya akan menjadwalkan ulang untuk pemanggilan tersangka Sumardi. Sebab penyidik masih membutuhkan keterangan dari Sumardi yang saat ini masih aktif menjadi ASN di lingkup Pemkab Bogor. Sedangkan untuk tersangka lainnya Suhendra, lanjut Agustian, baru akan dipanggil pada esok Jumat (5/7).

Sumardi dan Suhendra diketahui terlibat dalam korupsi dana kebencanaan dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. Merespon hal tersebut Agustian enggan berkomentar banyak.

“Nanti tentu terkait dengan fatwa hukuman, kita liat fakta nanti, fakta di persidangan seperti apa,” paparnya.

Sementara itu, terkait penahanan kepada kedua tersangka tidak dilakukan oleh Kejari, Agustian mengungkapkan jika ada beberapa pertimbangam lain serta pihaknya sedang melengkapi berkas perkara.

Baca Juga  Cuaca Ekstrim Masih Hantui Bogor, Bima Arya Cek Kesiapan Siaga Bencana

Sebelumnya, Sumardi diduga menyelewengkan dana kebencanaan kala dia menjabat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) BPBD Kabupaten Bogor medio 2011-2018.

“Kami tetapkan dua orang tersangka. Berinisial Sumardi dan SS dalam kasus dana bencana,” kata Kasie Intel Kejari Kabupaten Bogor, Juanda.

SS merupakan salah satu pegawai kontrak di BPBD pada periode yang sama dengan Sumardi. Keduanya dianggap menyelewengkan uang Rp1,7 miliar untuk bantuan kebencanaan bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) tahun 2017.

“Kabid berperan melaksanakan pencairan BTT 2017. Sementara SS membantu peran kabid tersebut,” kata Juanda.

Juanda menjelaskan, dana bantuan itu seharusnya didistribusikan BPBD Kabupaten Bogor kepada masyarakat di Kecamatan Cisarua, Tenjolaya dan Jasinga. Namun, dari pemeriksaan Kejari terhadap saksi-saksi, bantuan itu tidak terdistribusi.

Baca Juga  5 Hotel Termewah di Dunia

Meski begitu, pihaknya belum menahan Sumardi dan SS. Namun, pihaknya akan melakukan pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang bersangkutan sudah lima kali kami periksa sebagai saksi. Sejauh ini sudah 15 orang kami periksa dalam kasus ini,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *