Kanker Serviks Bisa Di Deteksi Lebih Awal

by -
Bersama Prodi S1 Kebidanan Gunadarma

Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat:

Gracea Petricka, SST., M.Keb, Kasyafiya Jayanti, S.Keb., Bd., M.Kes , Liana Elfaristo Ariani, M.Keb, Dr. Sri Hayuningsih, S.SiT., M.KM, Rochmawati, M.Keb, , Arini Kusmintarti, S.KM., M.Kes, Estu Lovita Pembayun, M.Keb, Veronica Fary, S.KM., M.Kes, Sisilia Prima Y Buka, S.SiT., M.Keb, Retno Ekawaty, SST.,MKM

Indonesia menjadi negara nomor satu di Asia Tenggara, nomor 2 di benua Asia, dan urutan 8 dunia dengan kasus kanker serviks terbanyak. Mengapa bisa terjadi? Jawabannya adalah karena TERLAMBAT DITANGANI. Keterlambatan ini diakibatkan karena pasien tidak akan merasakan gejala sakit apapun dalam fase-fase awal kanker sehingga banyak pasien yang datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah menderita kanker stadium lanjut. Apakah harus menyerah terhadap si pembunuh ini? Tentu saja tidak karena kanker serviks sangat bisa dicegah dengan vaksin HPV sejak umur 9 tahun dan bisa dideteksi lebih awal dengan metode Inpeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan PAP SMEAR.

Metode IVA adalah salah satu metode tes yang ekonomis, efisien dan efektif untuk deteksi dini gejala kanker serviks yang  masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Program Studi S1 Kebidanan Gunadarma berinisiatif untuk memberikan tes IVA secara gratis kepada masyarakat yang dikemas dalam sebuah Program Pengabdian kepada Masyarakat. Sepuluh orang dosen dan dua orang mahasiwi kebidanan Gunadarma bersama dengan Bidan turun langsung sebagai pelaksana kegiatan ini.  Kegiatan ini diadakan bekerja sama dengan salah satu Bidan Praktik Mandiri (BPM) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2022 dan diikuti oleh 16 orang ibu yang tinggal di wilayah BPM tersebut.

Baca Juga  Tidur yang Buruk Bahayakan Pembuluh Darah

Deteksi dini kanker serviks melalui IVA tes menjadi sangat penting karena penyakit kanker merupakan jenis penyakit tidak menular namun semakin menjadi momok bagi dunia, Indonesia, maupun individu. Diperkirakan jumlah kematian karena kanker akan terus meningkat hingga mencapai lebih dari 13,1 juta jiwa pada tahun 2030. Berbicara mengenai kanker dan perempuan tentunya sudah akrab ditelinga kita semua. Fakta menyebutkan 1 dari 5 perempuan akan menderita kanker dan 1 diantara 11 perempuan akan meninggal karena kanker. Cukup menyeramkan bukan?

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim adalah satu dari jenis penyakit kanker yang secara spesifik menyerang perempuan. Berdasarkan data dari RS Dharmais Jakarta tahun 2018, kanker serviks dilaporkan sebagai peringkat kedua terbanyak dialami oleh pasien perempuan, persentasenya mencapai 19,2%. Apa penyebab kanker serviks? 95% kanker serviks sendiri disebabkan oleh virus yang bernama Human Papiloma Virus (HPV) yang penularannya paling banyak melalui hubungan seksual. Namun faktor genetik dan gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi junkfood, merokok aktif maupun pasif, dan tidak berolahraga juga dapat memicu masuknya virus ini ke dalam tubuh.

Baca Juga  Deteksi Dini Cegah Kanker Pada Wanita

Kegiatan pemeriksaan IVA gratis ini diadakan dengan tujuan untuk mengajak perempuan,  khususnya yang sudah aktif secara seksual agar lebih terbuka dalam pemikiran dan perilaku kesehatan reproduksi. Hasil pemeriksaan kondisi kesehatan serviks diinformasikan langsung kepada masing-masing peserta kegiatan. Selain informasi tentang kondisi kesehatan serviksnya, peserta kegiatan juga diberikan pendidikan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi-seksual, kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan IVA rutin oleh tim Dosen Program Studi S1 Kebidanan Gunadarma.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *