Kapasitas Air dan Tingkat Kekeruhan Sesuai Standar, Perumda Tirta Pakuan Siap Produksi Air dari IPA Unitex

by -

METROPOLITAN.id – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan uji coba produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PT Unitex, Senin (15/8).

Diketahui, Perumda Tirta Pakuan melakukan kerja sama dengan PT Unitex dalam mengelola IPA milik perusahaan tersebut.

Dalam uji coba tersebut, IPA milik PT Unitex disebut bisa memproduksi sekitar 60 liter per detik dengan kualitas kekeruhan air di angka 3,3 NTU. Angka itu masih sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf mengatakan bahwa uji coba dilakukan setelah sebelumnya melewati tahapan pengurasan IPA milik PT Unitex.

“Di mana di dua pra sedimentasi selama kurang lebih empat tahun yang lalu, baru dikuras kemarin itu. Kami coba di dua tahapan melalui debit air baku dan juga inlate yang masuk ke sedimentasi,” katanya, Senin (15/8).

Baca Juga  Desain Park And Ride Kawasan Pasar Bogor Ditarget Rampung Tahun Ini

Ia menjelaskan, satu pompa bisa menghasilkan 50 liter per detik. Sedangkan IPA milik PT Unitex punya tiga pompa, dimana dua pompa lainnya sebagai cadangan.

Dengan kapasitas tersebut, sambung dia, air baku yang dihasilkan bisa memenuhi kebutuhan pelanggan di zona 1.

“Jadi ada overflow yang tadi kami modifikasi. Backwash dari filter juga berfungsi dengan baik. Walaupun dilakukan juga pemancingan pompa. Pada prinsipnya, menurut manager produksi, itu (produksi) bisa dilakukan,” tukas Ardani.

Ardani menjelaskan, pada bagian tengah untuk flakuator dan sedimen yang sempat diukur, debit air bisa mencapai 32 liter perdetik.

Ia mengakui sempat beberapa kali terjadi kesalahan karena alat yang dipakai sensitif getaran. Sedangkan sistem yang PT Unitex punya menggunakan pompa.

Baca Juga  Wah, Ada Mumi Jenazah Korban Covid-19 di Bogor

“Pada prinsipnya secara proses telah memenuhi bisa maksimal di 32 liter perdetik, jadi bisa pakai dua pompa untuk memenuhi kapasitas 60 liter perdetik. Ini sesuai perkiraan kami. Untuk kualitasnya masih memenuhi, standar kesehatan dibawah angka 5 NTU. Mulai di air bersih 3,3 NTU masih memenuhi standar kemenkes yang menjadi standarisasi,” paparnya.

Uji coba yang dilakukan ini, kata Ardani, kemungkinan besar akan segera dioperasionalkan.

Rencananya, Selasa (16/8) besok akan dilakukan pengurasan oleh tim produksi dibantu tim perawatan.

“Setelah itu kemungkinan besar langsung dioperasionalkan selama 24 jam. Kami menunggu tanda tangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) nya,” pungkas Ardani. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.