Kejaksaan Bogor Rilis Kasus Kredit Fiktif Tanpa Tersangka, Ini Kata Ahli Hukum

by -

METROPOLITAN.id- Kasus kredit fiktif oleh oknum Marketing Analisis dan Mikro (Mantri) Bank BRI unit Megamendung dan salah seorang stafnya masuk ke proses penyidikan.

Menurut Kejari Kabupaten Bogor Agustian Sunaryo, pihaknya telah meningkatkan status penanganan tindak pidana korupsi dengan modus penyaluran kredit fiktif di bank BRI unit Megamendung Cipayung jadi tahap penyidikan. Hal ini berdasarkan surat perintah penyidikan dengan 03/M.2.18/Fd.2/08/2022.

Agustian menjelaskan bahwa perkara ini bermula dari adanya temuan rekening salah satu nasabah yang gagal bayar atas kredit yang diajukan. Padahal nasabah tersebut telah melunasi kreditnya kepada Bank BRI. S

“Setelah dilakukan pengecekan ke rekening nasabah tersebut, ditemukan fakta bahwa ada pembuatan kredit baru tanpa sepegetahuan dari nasabah yang bersangkutan,” kata Agustian.

Baca Juga  Pakar Hukum Soal Dpr 'Tak Kebal' Kpk

Berbekal dari laporan nasabah tersebut, Bank BRI melakukan investigasi internal dan hasilnya ternyata ditemukan fakta bahwa ada pembukaan rekening yang tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank BRI.

“Jadi pembukaan rekening itu tanpa sepegetahuan nasabah dan tidak melalui proses verifikasi pembukaan rekening semana mestinya. Kemudian tanpa rekening tabungan juga tidak diserahkan kepada nasabahnya,” paparnya.

Akan tetapi, pihak Kejaksaaan Kabupaten Bogor belum menetapkan tersangka atas kasus kredit fiktif yang terjadi di BRI Cabang megamendung.

Walaupun sejumlah pihak yang terlibat sudah diketahui. Termasuk aksi Mantri BRI ini dibantu oleh salah satu staf Bank BRI lainnya yang rupanya sudha berlangsung sejakj 2021

Baca Juga  Pengamat Hukum Desak Kejati Tetapkan TSK Baru

“ Jumlah korban nasabah 21 orang dan kerugian Rp2,2 miliar.Mantri Bank BRI ini mempunyai kewenangan melakukan analisis data-data calon nasabah. Modusnya tersangka ini menggunakan data-data nasabah yang lama untuk mengajukan kredif fiktif,” kata dia.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Dody Wiraatmaja juga meminta pihak BRI untuk turut andil dalam mendukung tim penyidik mengusut kasus kredit fiktif yang merugikan negara dengan total Rp2,2 M.

“Kita minta pihak BRI untuk andil bagian karena ini terkait keuangan dan tetap mendukung tim penyidik dan tidak berlama-lama memberikan dokumen yang diperlukan untuk tahap penyidikan,” ungkap Dody

Menyikapi atas rilis kejaksaan tentang kasus kredit fiktif tanpa tersangka, Pakar Hukum asli Bogor Ujang Sujai menilai bahwa indikasi kerugiannya negaranya cukup kuat untuk penetapan tersangka.

Baca Juga  Pakar Hukum Soal Dpr 'Tak Kebal' Kpk

“ Ya kalau sudah ditingkatkan ke penyidikan berarti ini sudah jelas perkara koropsi. Dan negara mengalami kerugian,”ujar Ujang.

Menurutnya, Kejaksaan Kabupaten Bogor sudah mengantongi nama nama yang diduga keras akan menjadi tersangla

“Kalau sudah masuk ke penyidikan, sangat tidak mungkin ada lobi lobi orang yang terlibat. Bisa jadi penghitungan kerugian negara oleh BPKP sedang berlangsung,”terangnya (mam/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.