KIB Gandeng Satu Partai Lagi

by -

METROPOLITAN – Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berencana menambah dukungan dari partai lain. Hal tersebut menuai respons, karena dipandang sebagai upaya memperkuat pondasi koalisi menuju Pemilu 2024.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina,  Hendri Satrio, mengatakan, suara Partai Golkar, PAN dan PPP sebenarnya sudah cukup untuk mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Total kursi tiga partai itu adalah 23,67 persen, sudah melampaui ambang batas pencalonan dalam pilpres. Dalam hal ini, syarat 20 persen kursi nasional.

Hensat –sapaan akrab Hendri Satrio– mengatakan, jika dengan modal itu kemudian mereka masih mencari tambahan anggota koalisi, maka kekuatan KIB masih dipertanyakan. Bisa jadi internal KIB menilai jumlah itu belum kuat. ”Ada kepanikan dalam KIB bahwa salah satu anggota akan meninggalkan KIB,” katanya, Senin (1/8).

Baca Juga  SERU NIH.. DEMI CABUP, TIM TOMMY KURNIAWAN INCAR SISWI SEKOLAH

Menurutnya, ada tiga kemungkinan kenapa KIB terus mencari anggota baru. Pertama, ingin membuat koalisi semakin kuat. Kedua, partai keempat itu akan menjadi cadangan jika ada partai yang keluar. Ketiga, untuk merekatkan bangunan koalisi. ”Alasan ketiga menurut saya yang terkuat. Kerekatannya ada di partai keempat, jadi menambah warna di KIB,” ujarnya.

Hensat mengatakan, ketiga anggota KIB mempunyai latar belakang sejarah dan konstituen yang berbeda. Elite partai memang bisa bersatu, tapi belum tentu konstituen mereka mengikuti. Maka dari itu, mereka butuh partai penengah agar konstituen mereka mau bahu-membahu membesarkan KIB. ”Entah itu Demokrat, PKS, mereka itu perekat dan membuat nyaman,” ucapnya.

Direktur eksekutif KedaiKOPI itu menegaskan, yang terpenting bagi KIB sekarang adalah menentukan capres yang akan mereka usung. Sebab, tujuan berkoalisi ialah menentukan capres dan cawapres. Masyarakat menunggu siapa sosok yang bakal diusung.

Baca Juga  Usung Toleransi Beragama PSI Serukan Kadernya Ucapkan Selamat Natal

Sebelumnya, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa KIB berharap bisa menambah satu parpol lagi untuk bergabung. ”Mudah-mudahan bertambah satu partai lagi biar kukuh,” kata Zulhas, sapaannya. Partai yang tengah dijajaki adalah Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Di sisi lain, Jubir PKS, Ahmad Fathul Bari, mengungkapkan, pihaknya membuka peluang seluas-luasnya untuk berkoalisi dengan parpol lain. ”Yang jelas semua partai politik. Kami buka kesempatan berkomunikasi, penjajakan, walaupun proses pemilu masih cukup waktu,” paparnya.

Menurutnya, PKS masih fokus dalam proses persiapan pendaftaran dan verifikasi partai politik di Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2024. Ia bersyukur karena proses pendaftaran berjalan lancar.

Baca Juga  Ke Komnas HAM, Ratusan Massa Bawa Bendera Kuning

Setelah ini, wakil sekjen DPP PKS itu mengatakan bahwa PKS akan melakukan penjajakan koalisi. Partainya akan fokus pada upaya perbaikan bangsa dan berpegang pada prinsip nasionalis-religius.

Hal itu juga menjadi landasan kriteria yang dianut PKS dalam menentukan arah koalisi. ”PKS masih menjajaki parpol ataupun koalisi yang sudah ada untuk mencapai sinergi yang diharapkan,” tandasnya. (jpg/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.