Komisi II Minta Seluruh BUMD Berkontribusi Lebih Besar ke Pemkab Bogor

by -
Gedung DPRD Kabupaten Bogor

METROPOLITAN.id – Sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor, rupanya belum memberikan berkontribusi secara maksimal kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Meski keberadaan BUMD tersebut sudah cukup lama.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengatakan, pihaknya sudah memanggil dan menggelar rapat bersama sejumlah BUMD untuk membahas persoalan yang dihadapinya. Sebab ia menilai sejumlah BUMD belum dapat berkontribusi kepada Pemkab Bogor secara maksimal.

“Sudah kita panggil rapat, mereka menjelaskan beberapa persoalan yang dihadapinya. Seharusnya dengan pengalaman dan lama berdirinya BUMD tersebut sudah dapat berkontribusi banyak,” kata Sastra.

Seperti PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM), salah satu BUMD yang tidak banyak diketahui orang. Menurut Sastra seharusnya BUMD tersebut bisa memberikan keuntungan banyak kepada Pemkab Bogor, namun hingga saat ini keuntungan yang diberikan tidak signifikan.

Baca Juga  Pemkab Bogor Wacanakan Hapus Sejumlah Jabatan Struktural, Pejabat Eselon IV ’Panas-Dingin’

“Kondisinya memang seperti itu, harusnya kan dapat bisa lebih baik lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Bogor saat ini telah memiliki tiga BUMD yang beregerak disektor perbankan, yakni BPRS Tegar Beriman, BPR Parungpanjang dan PT LKM.

Namun sayangnya dari tiga BUMD yang bergerak disektor perbankan ini, hanya BPRS Tegar Beriman dan BPR Parungpanjang mampu berkontribusi dengan dengan maksimal kepada Pemkab Bogor. Sedangkan satu BUMD PT LKM belum bisa berkontribusi maksimal kepada Pemkab Bogor lantaran dirundung banyak masalah.

“Memang BUMD dari sektor perbankan hanya dua yang cukup baik dari segi pelaporan hingga kontribusi kepada Pemkab Bogor. Sedangkan untuk PT LKM belum maksimal karena ada persoalan diinternalnya,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Nuradi.

Baca Juga  Sekda Ingin DWP Kabupaten Bogor Bangun Ketahanan Perempuan dan Pulihkan UMKM

Dari persoalan yang dihadapi PT LKM sendiri, lanjut Nuradi, berimbas kepada deviden atau keuntungan yang seharusnya dapat diterima oleh Pemkab Bogor. Sehingga BUMD yang tak banyak dikenal orang ini belum dapat berkontribusi lebih.

“Dari hasil rapat memang ada beberapa persoalan, tapi mereka (PT LKM, red) tetap memnerikan laporan kepada kita selaku pemilik,” paparnya.

Sementara untuk empat BUMD lainnya seperti, Perumda Tirta Kahuripan, Perumda Pasar Tohaga, PT Sayaga Wisata, PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE). Hanya dua saja yang mampu berkontribusi dengan baik yakni, Perumda Tirta Kahuripan dan Perumda Pasar Tohaga.

Sebab dua BUMD lainnya tengah dirundung persoalan dimana PT PPE nyaris bangkrut lantaran memiliki persoalan dengan rekananya. Namun saat ini tengah berupaya untuk pulih dengan menyuplai kebutuhan dari program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) serta beberapa kegiatan lainnya.

Baca Juga  Gangguan Ginjal Akibat Maraton Bisa Sembuh Sendiri Dalam Dua Hari

“Kalau PT PPE kan sebelumnya memang ada persoalan dari internal dan eksternal. Dan sekarang sedang pemulihan karena perusahaanya sudah mulai jalan kembali,” kata Nuradi.

Sedangkan untuk PT Sayaga Wisata rupanya melenceng dari yang diharapakan oleh Pemkab Bogor. PT Sayaga Wisata terjebak dalam pembangunan hotel disekitaran Pemkab Bogor yang merupakan salah satu rencana bisnisya.

“Untuk PT Sayaga Wisata saat ini tengah fokus dalam pembangunan hotelnya, jadi memang belum maksimal,” paparnya.

Nuradi juga menambahkan, untuk saat ini Pemkab Bogor pun belum memiliki rencana untuk menambah Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) BUMD miliknya tersebut. Apalagi Pemkab Bogor pekan lalu tengah dihadapkan dengan krisis keuangan dalam pembahasan APBD perubahan. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.