LG Siap Pindahkan Pabrik dari China ke RI

by -

METROPOLITAN – Men­teri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Mo­dal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasinya atas komitmen investasi LG yang berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia.

”Selain membangun EV (Electric Vehicle) baterai yang terintegrasi dari hulu ke hilir, nantinya LG Electronics itu juga akan melakukan relo­kasi dari China ke Indonesia, termasuk R&D (Research & Development) nya,” ungkap Bahlil dalam pernyataan ter­tulisnya, Sabtu (30/7).

Bahlil menyebut rencana relokasi ini menjadi kabar positif bagi Indonesia. Kemen­terian Investasi/BKPM me­mastikan akan memberi fa­silitas dari tahap perizinan sampai dengan terealisasinya rencana investasi tersebut.

Vice Chairman/CEO LG Corporation Brian Kwon me­nilai Pemerintah Indonesia sangat serius dalam peng­embangan energi terbarukan. Brian menjelaskan LG Cor­poration terus berkomitmen merealisasikan investasi in­dustri baterai listrik terinte­grasi di Indonesia dengan rencana investasi grand package mencapai US$ 9,8 miliar atau Rp147 triliun (kurs Rp14.000).

Baca Juga  Savero Hotel Usung Kegiatan Sosial Rutin

”Kami harapkan perhatian khusus Pemerintah Indonesia agar investasi grand package tersebut bisa berjalan dengan sesuai dengan rencana. Selain itu, kami juga akan merelo­kasi pusat R&D LG Electronics kami di China ke Indonesia,” ujar Brian.

Lebih lanjut, Brian meny­ampaikan perlunya peng­embangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia agar dapat mengimbangi ma­suknya alih teknologi dari Korea Selatan ke Indonesia.

Selain industri mobil listrik, Bahlil mengungkapkan ada­nya minat investasi LG dalam pembangunan Ibu Kota Nu­santara (IKN). Investasi ini terkait dengan konsep peng­embangan smart city di IKN.

Bahlil mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjung­an kerja ke Soul, Korea Selatan. Jokowi bertemu dengan sepu­luh pimpinan perusahaan asal Korea Selatan yang memiliki minat investasi baru maupun berencana melakukan perlua­san investasinya ke Indonesia. Pertemuan itu menghasilkan komitmen investasi sebesar US$ 6,72 miliar atau Rp100,69 triliun.

Baca Juga  Sambut Ramadhan, Karyawan Hotel Santika Bogor Lengkapi Vaksinasi

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Investasi/ BKPM sepanjang 2017 sampai dengan semester I-2022, Korea Selatan tercatat menempati peringkat ke-5 dengan total realisasi investasi sebesar US$ 9,08 miliar. (dtk/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.