Mahasiswa Desak Kejari Usut Tuntas Temuan BPK di Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formasi) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor pada Rabu (10/8).

Dalam tuntutannya, para mahasiswa mendesak Kejari Kota Bogor dapat mengusut tuntas terkait kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini.

Korlap Aksi, Risqi Azzqiya menuturkan, adanya kelebihan pembayaran dalam lima mega proyek yang mencapai Rp1,9 miliar ini dinilai sangat jauh dari unsur ketidaksengajaan.

Sebab, SKPD dalam menjalankan proyeknya pasti ada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dipersiapkan secara matang.

Sementara, dalam temuan BPK ini, dinas-dinas terkait yang mengalami kelebihan pembayaran seolah tidak teliti dalam menyusun anggaran.

Baca Juga  Bikin Kesal, Turki Bakal Kirim Paksa Anggota Isis ke Negara Asal

Untuk itu, pihaknya menuntut tiga hal ke Kejari Kota Bogor. Diantaranya, meminta Kejari Kota Bogor menindaklanjuti temuan BPK serta mengusut secara tuntas dugaan korupsi yang terendus dalam temuan BPK.

Kemudian, periksa para pejabat dan pengusaha yang terlibat dalam kelebihan pembayaran proyek ini.

“Terakhir, kami meminta tangkap para oknum pejabat yang terlibat dalam temuan BPK, karena tidak becus dalam menjalankan tugasnya,” katanya saat ditemui di lokasi demonstrasi, Rabu (10/8).

Diketahui, kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini terus berlanjut.

Selain proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor mengalami kelebihan pembayaran senilai Rp600 juta. Lalu, proyek pembangunan Alun-alun Kota Bogor mengalami kelebihan pembayaran senilai Rp416 juta.

Baca Juga  5 Catatatan Pengamat Soal Komposisi Kabinet Indonesia Maju Jokowi - Ma'ruf

Serta, proyek pembangunan Sekolah Satu Atap SD dan SMP di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanahsareal juga mengalami kelebihan pembayaran senilai Rp170 juta.

Teranyar, proyek pembangunan penataan Jalan Surya Kencana (Surken) dan Masjid Agung pada tahun 2021 juga diketahui mengalami kelebihan pembayaran hingga mencapai Rp750 juta. Diantaranya, Jalan Surken senilai Rp600 juta dan Masjid Agung senilai Rp150 juta. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *