Ngeri!! Bendahara Koni Kayong Utara yang Tewas di Sukamakmur Korban Pembunuhan Berencana

by -
Polisi berhasil menciduk pelaku pembunuhan bendahara KONI Kanyong Utara AN yang mayatnya ditemukan di Desa Sukawengi Kecamatan Sukamakmur.

METROPOLITAN.id – Teka-teki penemuan mayat warga Kalimantan Barat di Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur beberapa waktu lalu, akhirnya terpecahkan oleh Sat Reskrim Polres Bogor. Ada empat pelaku yang berhasil diamankan oleh Satreskrim yakni AK (33) dalang pembunuhan, AA (33), DD (37) dan RH (25) yang merupakan warga Cipayung Jakarta Timur.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin setelah melakukan pendalaman penyidik dari Satreskrim Polres Bogor mengarah kepada empat pelaku yabg diduga telah merencanakan pembunuhan kepada korban AN.

Motif tersangka AK membunuh korban lantaran kepepet ditagih hutang oleh korban AN. Sebelumnya tersangka AK meminta korban AN untuk datang ke Jakarta dengan iming-iming akan diajak membuat uang palsu.

Baca Juga  Ini yang Akan Terjadi Jika Anda Berjalan 30 Menit dalam Sehari

Korban AN merupakan bendahara KONI disalah satu kabupaten di Kalimantan Barat (Kalbar). Ia sempat memggunakan uang Rp600 juta untuk kepentingan pribadinya, sedangkan dalam waktu dekat akan dilaksanaka audit.

“Akhirnya korban berangkat ke Bogor untuk menagih hutang, lantaran tersangka AK yang merupakan otak pembunuhan ini mempunyai hutan Rp300 juta,” papar Iman.

Pusing dengan upaya korban yang selalu menagih, AK meminta bantuan tersangka lainnya yakni AA, DD dan RH untuk membunuh AN dengan imbalan Rp2 juta untuk masing-masing tersangka. Keempat tersangka juga mulai membagi tugas seperti membeli alat-alat untuk membunuh korban.

Hingga pada waktunya korban diajak AK beserta tiga tersangka lainnya ke Sukamakmur untuk mencetak uang palsu. Namun dipertengahan jalan korban pun dieksekusi oleh para tersangka.

Baca Juga  Mantap... Bogor Aquatic Center bakal Gelar Latber Channa

“Terhadap keempatnya kami sangkakan pasal 338 KUHP, 340 KUHP dan 365 KUHP. Kenapa 365 KUHP ada barang-barang korban yang diambil dan dimiliki oleh para pelaku. Adapun ancaman pidananya terhadap empat orang tersebut maksimal 20 tahun penjara dan hukuman mati,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.