Oknum TNI Dalangi Pembunuhan Berencana Bendahara KONI

by -

Kematian Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kayong Utara AN di Sukamakmur, akhirnya terkuak. AN yang ditemukan tewas dalam karung goni di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, itu menjadi korban pembunuhan berencana yang diotaki oknum TNI, temannya sendiri.

AK (33), salah satu oknum TNI yang aktif dan bertugas di Kalimantan Barat men­jadi dalang di balik kematian AN. Keduanya memiliki hu­bungan pertemanan sebagai sesama atlet tinju. Bahkan, korban diketahui sempat meminjamkan uang kepada pelaku hingga Rp300 juta.

Namun siapa sangka, dari utang tersebut, AN yang ingin uang pinjaman itu kem­bali justru dihabisi nyawanya oleh temannya sendiri.

Dua belas hari usai ditemu­kannya mayat AN pada Sa­btu (30/7) di Kampung Arca, RT 04/07, Satreskrim Polres Bogor berhasil membekuk pelakunya.

Baca Juga  2.185 Warga Bogor Berduka di Awal Tahun

Ada empat pelaku yang ber­hasil diamankan Satreskrim yakni AK dalang pembunuhan, AA (33), DD (37), dan RH (25) yang merupakan warga Ci­payung, Jakarta Timur.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin setelah melaku­kan pendalaman penyidik dari Satreskrim Polres Bogor mengarah kepada empat pelaku yang diduga telah merencanakan pembunuhan kepada korban AN.

Motif tersangka AK mem­bunuh korban lantaran ke­pepet ditagih utang oleh korban AN. Sebelumnya tersangka AK meminta korban AN datang ke Jakarta dengan iming-iming akan diajak membuat uang palsu.

Korban AN merupakan ben­dahara KONI di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat (Kalbar). Ia sempat memggunakan uang Rp600 juta untuk kepentingan pri­badinya. Sedangkan dalam waktu dekat akan dilaksana­kan audit.

Baca Juga  Hari ke-10, Api di Lokasi Kebakaran Gunungputri Belu Juga Padam

“Akhirnya korban berangkat ke Bogor untuk menagih ut­ang lantaran tersangka AK yang merupakan otak pem­bunuhan ini mempunyai utang Rp300 juta,” papar Iman.

Pusing dengan upaya korban yang selalu menagih, AK me­minta bantuan tersangka lainnya yakni AA, DD, dan RH untuk membunuh AN dengan imbalan Rp2 juta untuk masing-masing ter­sangka.

Keempat tersangka juga mulai membagi tugas se­perti membeli alat-alat untuk membunuh korban.

Hingga pada waktunya kor­ban diajak AK beserta tiga tersangka lainnya ke Sukamak­mur untuk mencetak uang palsu. Namun, di pertengahan jalan korban pun dieksekusi para tersangka.

“Sesampainya di Bogor, AN dijemput para tersangka lalu diajak ke arah Sukamakmur. Dalam perjalanan, para ter­sangka meminta mata AN ditutup dan tangannya diikat dengan alasan AN merupakan orang baru,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan.

Baca Juga  Geger Mayat Mengambang di Kali Ciapus Bogor, Ditemukan Luka Sobek di Dahi

Siswo mengungkapkan, setelah mata dan lengan kor­ban AN diikat lalu tersangka AK memiting korban dan D membekapnya dengan jaket hingga korban mati lemas. Untuk memastikannya lagi, AK menyuruh RH untuk men­jerat dengan tali ripet.

“Korban dibunuhnya di dekat TKP penemuan mayat. Bahkan barang-barang kor­ban diambil para tersangka untuk dirusak,” kata Siswo.

Keempatnya disangkakan Pasal 338 KUHP, 340 KUHP, dan 365 KUHP. Kenapa 365 KUHP, ada barang-barang korban yang diambil dan dimiliki para pelaku. Ancaman pidananya terhadap empat orang tersebut maksimal 20 tahun penjara dan hukuman mati. (mam/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *