Pemkab Bogor Surati Ridwan Kamil Pertanyakan Soal Kesiapan TPPAS Nambo

by -
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akhirnya menyurati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, ihwal kesiapan Tempat Pengelolaan dan Pemerosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo yang dianggap belum siap dalam memproses sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Ade Yana mengatakan, surat yang ditanda tangani oleh Plt Bupati Bogor tersebut untuk meminta kejelasan kepada Pemprov Jabar soal kesiapan TPPAS Nambo. Sebab ada beberapa persoalan krusial yang belum diselesaikan oleh Pemprov Jabar sebelum TPPAS Nambo itu beroperasi.

“Karena kondisi terakhir kan lokasi, akses jalan pun sudah retak-retak. Padahal TPPAS itu belum beroperasi, ditambah lagi soal mesin yang tidak sesuai dengan perencanaan awal,” kata dia.

Baca Juga  Besok, 6.000 Guru Honorer Longmarch ke Pendopo Bupati

Dengan kondisi tersebut, Ade Yana tak ingin jika TPPAS Nambo nantinya berubah status menjadi tempat pembuangan akhir lantaran ketidaksiapan Pemprov untuk mengelola sampah tersebut. Apalagi disetujuinya TPPAS Nambo adalah tempat pemerosesan dan pengelolaan sampah.

“Dengan kondisi tersebut apa mungkin Nambo bisa menjadi tempat pengelolaan dan pemerosesan sampah. Surat yang dilayangkan bapak Plt Bupati untuk meminta kejelasan soal itu,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris DLH Kabupaten Bogor Endah Nurmayanti mengatakan, dari pengamatan yang dilakukannya masih banyak kekurangan dari TPPAS Nambo. Seperti sarana dan prasana yang ada dilingkungan TPPAS Nambo, begitu juga dengan akses menuju TPPAS yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Endah, Pemkab Bogor menolak jika TPPAS Nambo beroperasi. Sebab jika TPPAS Nambo dipaksakan beroperasi maka akan ada dampak negatif yang terjadi.

Baca Juga  Permudah Akses Warga Bogor Utara, Pemkab Bangun Jalur Lingkar 2020

“Kita sebagai tuan rumah menolak pengoperasian TPPAS Nambo. Kalau hanya buang disitu sama saja dengan TPAS Galuga. Nanti Plt Bupati yang akan berkirim surat ke Pemprov soal penolakan tersebut,” paparnya.

Dengan kondisi tersebut, Endah mengungkapkan jika DLH Kabupaten Bogor tidak menganggarkan untuk tipping fee, meskipun Pemkab Bogor mendapatkan jatah membuang sampah di TPPAS Nambo yakni 100 sampai 500 ton perhari. Sebab Endah mengaku pesimis jika TPPS Nambo dapat selesai dalam waktu dekat.

“Kita tidak anggarkan untuk tipping fee untuk tahun ini atau tahun depan, karena melihat kondisi TPPAS saja seperti itu,” tegas Endah.

Pemprov Jabar sebelumnya telah menjanjikan bahwa TPPAS Nambo dapat digunakan pertengahan Februari atau awal Maret 2022. Namun hingga saat ini TPPAS Nambo belum bisa dioperasikan. (mam)

Baca Juga  Jadwal Tour Ed Sheeran Di Amerika Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published.