Persidangan Kasus Ade Yasin, Terdakwa Ihsan Ayatullah Ungkap Pengumpulan Uang Suap Dilakukan Atas Permintaan BPK

by -
Suasana persidangan kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di PN Tipikor Bandung, Senin (8/8). (Dok. Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pada persidangan keenam kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di PN Tipikor Bandung, Senin (8/8), menguak fakta baru.

Salah satu terdakwa kasus suap auditor BPK RI Perwakilan Jawa Barat, Ihsan Ayatullah mengungkapkan bahwa pengumpulan uang yang ia lakukan rupanya merupakan permintaan dari BPK.

Hal itu disampaikan Ihsan yang dihadirkan secara daring pada sidang yang digelar di Ruang Sidang IV R Soebekti itu, Senin (8/8).

mengatakan terkait pengumpulan uang yang dilakukannya merupakan permintaan BPK.

Pernyataan itu dikatakan Ihsan Ayatullah ketika menanggapi pertanyaan ketua majelis hakim Hera Kartiningsih terkait keterangan para saksi yang dihadirkan Jaksa KPK yakni Arif Rahman, Kepala Bappenda Kabupaten Bogor, Rizki Setiawan, Kasubag Keuangan Bappenda Kabupaten Bogor, Mika Rosadi, Kepala UPT Pajak Jonggol.

Baca Juga  GILA…PENCULIK SEBARKAN FOTO BUGIL MILA

Ihsan Ayatullah yang menjabat Kepala Sub Bidang Kas Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor itu didakwa melakukan pengumpulan uang yang akan diberikan kepada tim pemeriksa BPK RI Perwakilan Jabar.

Uang tersebut dikumpulkan dari SKPD di lingkungan Pemkab Bogor. Mulai dari Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bappeda, RSUD Ciawi, RSUD Cibinong dan juga para kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek di Kabupaten Bogor.

“Perlu saya sampaikan bahwa yang saya lakukan kepada SKPD adalah permintaan BPK,” kata Ihsan dalam persidangan.

Atas pengumpulan uang itu, Ihsan tidak pernah melaporkan kepada Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin, sebagaimana pernyataannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Baca Juga  KPK Garap Eks Direktur RSUD Cileungsi Bogor

Diketahui dalam BAP-nya, Ihsan Ayatullah mengakui tidak pernah menerima perintah dari Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin untuk melakukan suap.

Hal itu diungkap Kuasa Hukum Ade Yasin, Dinalara D. Butar Butar didamping Tim Kuasa Hukum Roynal Pasaribu, Kepler Sitohang dan R Jourda Ugroseno, Rabu (20/7).

“Itu (pernyataan Ihsan Ayatullah,red) yang akan kami buktikan. Karena jelas-jelas pernyataan si pelaku yang melakukan pemberian itu, dalam BAP yang diperiksa berkali-kali oleh KPK, jelas-jelas menyatakan bahwa dia tidak pernah mendapatkan arahan,” ujarnya.

“(Bahwa) tidak pernah diperintah, bahkan tidak pernah melaporkan apa pun yang dilakukan oleh dia bersama dengan tim pemeriksa BPK Perwakilan Jawa Barat (kepada Ade Yasin, red),” imbuh Dinalara.

Baca Juga  Delegasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia Kumpul di Bogor, Rakernas APKASI Dimulai

Dinalara yang juga dosen Universitas Pakuan Bogor itu menegaskan kembali bahwa Ade Yasin sebagai kliennya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk melakukan suap.

“Tidak benar (ada arahan, red). Bahkan kalau kita kembali ternyata arahan itu kan pernyataannya hanya begini, ‘perbaiki dong!’. Dan itu pun sebenarnya sudah dinyatakan oleh Ihsan dalam BAP-nya bahwa dia tidak pernah melakukan atau memperoleh arahan bahkan tidak pernah diperintah oleh Ibu Ade Yasin untuk mendampingi tim pemeriksa BPK Perwakilan Jawa Barat,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.