Petani Deli Serdang Buktikan Teknologi CSA Kementan Tingkatkan Produktivitas

by -

METROPOLITAN.ID – Ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Setia Desa Sidoarjo II semringah. Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang mereka ikuti membawa dampak positif terhadap kegiatan tani para anggota.

Hal ini terungkap saat digelar acara kegiatan ubinan, panen dan Farmer Field Day (FFD) atau temu lapangan pada demplot Climate Smart Agriculture (CSA) SIMURP, di Kelompok Tani Setia Desa Sidoarjo II Ramunia Kecamatan Beringin (WKBPP Beringin) Kabupaten Deli Serdang minggu lalu.

Demplot atau Demontration Plot adalah metode penyuluhan pertanian yang ditujukan kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan, dengan maksud agar para petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

Kepala Dinas Pertanian Deliserdang, Rahman Saleh Dongoran menjelaskan, demplot ini telah melaksanakan paket teknologi CSA SIMURP Tahun 2022. Rinciannya, penggunaan bibit unggul label ungu varietas Ciherang, jarak tanam jajar legowo 4:1, seleksi benih dan seed treatment dengan menggunakan Trichoderma dan Paini Bacillus.

Baca Juga  Bandara Hang Nadim Dipadati Penumpang Arus Balik

“Sampai penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), penggunaan bahan organik untuk pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati,” jelas Dongoran, Jumat (12/8/2022).

Hadir pada kegiatan ini Kabid Penyuluhan Dinas TPH Provinsi Sumatera Utara, BPS Kab. Deli Serdang, Kepala UPT Wilayah IV Kab. Deli Serdang, Koordinator BPP Beringin, PPL Pendamping dan petani serta petani muda SIMURP.

Dongoran menambahkan, ubinan dilaksanakan oleh BPS Kabupayen Deli Serdang dengan hasil ubinan sebesar 7,02 kg. Produksi setelah panen sebesar 8,9 ton/ha.

“Produksi ini mengalami kenaikan sebesar kurang lebih 1,7 ton/ha dimana produktivitas musim tanam ASEP tahun 2021 sebesar 7,2 ton/Ha. Jumlah anakan dalam sampel 22 anakan dan rumpun berjumlah 105 rumpun,” ujarnya.

Dari keterangan petani yang melaksanakan demplot bahwa dengan penggunaan paket teknologi CSA SIMURP ini mampu meningkatkan produktivitas hasil panen, khususnya penggunaan benih unggul, seleksi benih dan perlakuan benih (Seed treatment benih) dan penggunaan pupuk organik yang berkelanjutan.

Baca Juga  Polisi Medan Temukan Dua Kilogram Serbuk Diduga Sabu

Menurut Ketua Poktan Setia, Fendy Parhusip, mengatakan bahwa baru sekali ini dia menerapkan Seed Treatment benih dengan Paini bacillus hasilnya sangat memuaskan, kemudian penyemprotan pestisida nabatinya diaplikasikan 2 x dalam seminggu.

“Pemberian pupuk organik harus berkesinambungan dan kami harap Demplot CSA ini dapat diikuti teman anggota Poktan yang lain,” ujarnya.

Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa FFD merupakan salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antar petani, peneliti, dan penyuluh untuk saling bertukar informasi. Khususnya tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan mendapatkan umpan balik dari petani mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi dalam bertani.

“FFD dan panen di lokasi Sekolah Lapangan (SL) juga merupakan salah satu kegiatan dari SIMURP. Kegiatan ini dilakukan untuk menggali potensi, masalah, dan hambatan yang ditemui oleh para petani dalam melaksanakan kegiatan usahatani,” kata Dedi.

Baca Juga  Program SL Petani Pasaman, Petani Dibelaki Manajemen Pupuk

Dedi menjelaskan kalau pertanian cerdas iklim atau CSA proyek SIMURP memiliki dampak yang positif untuk pertanian. CSA SIMURP bisa meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan pendapatan petani.

“SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman. SIMURP juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” paparnya.

Sementara, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL mengatakan kegiatan CSA selain meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, CSA juga mampu menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani khususnya di Daerah Irigasi dan Daerah Rawa lokasi SIMURP.

Menurut Mentan, dengan hadirnya Program SIMURP diharapkan petani penerima manfaat SIMURP dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan mengedepankan penggunaan air yang efisien serta tanpa bergantung pada kondisi iklim yang berubah. (suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.